Sulteng Hari Ini
Kopdes Merah Putih di Sulteng Serap 13.867 Tenaga Kerja Lokal
Penyerapan tenaga kerja tersebut masih berada pada tahap awal, dengan fokus utama pada perekrutan pengurus.
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Provinsi Sulawesi Tengah telah membentuk 1.981 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tersebar di 13 kabupaten/kota, menyerap sekitar 13.867 tenaga kerja lokal hingga tahun 2026.
- Pengembangan koperasi juga mencakup pembangunan 431 gerai baru, sementara 14 gerai telah beroperasi, dengan tujuan meningkatkan kesempatan kerja dan pemberdayaan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mencatat sebanyak 1.981 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kelurahan) Merah Putih telah terbentuk dan tersebar di 13 kabupaten/kota.
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Tengah, Henny Anggraini, mengatakan hingga tahun 2026 keberadaan ribuan koperasi tersebut telah menyerap 13.867 tenaga kerja lokal.
Ia menjelaskan, penyerapan tenaga kerja tersebut masih berada pada tahap awal, dengan fokus utama pada perekrutan pengurus dan pengawas koperasi di setiap unit.
“Saat ini karena koperasi Desa Merah Putih sudah terbentuk sebanyak 1.981 unit, sehingga penyerapan tenaga kerja yang kami hitung mencapai sekitar 13.867 jiwa di Sulawesi Tengah,” ujar Henny, saat ditemui diruang kerjanya, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Jumat (17/4/2026).
Henny menambahkan, jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan berkembangnya unit usaha koperasi dan bertambahnya jumlah anggota di masing-masing koperasi.
Baca juga: Muprov VIII Kadin Sulawesi Tengah Ditunda, Jadwal Baru 22–24 Mei 2026
Menurutnya, pengembangan Kopdes Merah Putih saat ini juga difokuskan pada pembangunan ratusan gerai koperasi di berbagai daerah.
“Untuk pembangunan gerai, saat ini terdapat 431 gerai yang masih dalam tahap pembangunan. Sementara yang sudah selesai dan beroperasi sebanyak 14 gerai,” jelasnya.
Ia menyebut, kehadiran koperasi di setiap desa dan kelurahan membuka peluang kerja yang luas bagi masyarakat sekitar, termasuk bagi penyandang disabilitas.
Selain itu, setiap unit koperasi rata-rata melibatkan sekitar tujuh hingga delapan orang tenaga kerja yang terdiri dari pengurus dan pengawas.
Baca juga: Tiba di Palu, Eka Arwati Ingin Buka Usaha Jual Makanan di Kampus
Dengan bertambahnya gerai dan unit usaha koperasi ke depan, penyerapan tenaga kerja dipastikan akan terus meningkat.
“Dengan adanya gerai-gerai koperasi, kami berharap penyerapan tenaga kerja semakin besar dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tambah Henny.
Sementara itu, seluruh Kopdes Merah Putih di Sulawesi Tengah saat ini telah merampungkan dokumen legalitas.
Jumlah koperasi tersebut disesuaikan dengan total wilayah administrasi yang terdiri dari 1.842 desa dan 175 kelurahan.
Namun, terdapat 70 desa yang bergabung membentuk 34 koperasi, sehingga total koperasi yang terbentuk mencapai 1.981 unit. (*)
| Dinkes Sulteng Miliki Cadangan 2.060 Vial Vaksin MR di Tingkat Provinsi |
|
|---|
| Cadangan Vaksin Campak di Sulteng Masih 2.060 Vial |
|
|---|
| 7.964 Nakes dan Dokter Internship di Sulteng Dapat Vaksin MR untuk Cegah Penularan Campak |
|
|---|
| Dinkes Sulteng Pastikan Ketersediaan Vaksin Campak Nakes Aman, Stok 18 Ribu Dosis |
|
|---|
| Peringatan Dini Potensi Hujan Mulai 18–20 April 2026 di Sulteng, Morowali Masuk Daftar Waspada |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/su-af890f-uyas89-yfa89-yfa89-89aaf.jpg)