Rabu, 22 April 2026

Sigi Hari Ini

Dituding Bergantung ke Pusat, Sigi Buktikan Hasil Lewat Infrastruktur dan Program Nasional

Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menyatakan bahwa komunikasi dengan pemerintah pusat merupakan kebutuhan dalam sistem otonomi daerah.

Handover/Handover
INFRASTRUKTUR DAN PROGRAM NASIONAL - Pemerintah Kabupaten Sigi merespons berbagai kritik yang muncul terkait intensitas komunikasi ke pemerintah pusat. Kritik tersebut menilai langkah tersebut sebagai bentuk ketergantungan. 
Ringkasan Berita:
  • Pemkab Sigi menilai komunikasi aktif dengan pemerintah pusat sebagai strategi “jemput bola” untuk membuka akses program pembangunan, bukan bentuk ketergantungan.
  • Hasil pendekatan tersebut mulai terlihat melalui masuknya program infrastruktur, sosial, hingga pendidikan seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Patriot.
  • Pemerintah daerah juga menerapkan kebijakan fiskal pro-rakyat, seperti tidak menaikkan PBB, pemberian insentif pajak.

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata 

TRIBUNPALU.COM, SIGI – Pemerintah Kabupaten Sigi merespons berbagai kritik yang muncul terkait intensitas komunikasi ke pemerintah pusat. 

Kritik tersebut menilai langkah tersebut sebagai bentuk ketergantungan.

Namun pemerintah daerah menegaskan bahwa itu merupakan bagian dari strategi pembangunan.

Baca juga: Kundapil di Ampibabo Parigi Moutong, I Nyoman Slamet Soroti Krisis Air Ancam Kebun Durian Warga

Bukan sekadar upaya meminta anggaran.

Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menyatakan bahwa komunikasi dengan pemerintah pusat merupakan kebutuhan dalam sistem otonomi daerah.

Ia menjelaskan bahwa tanpa komunikasi aktif, daerah akan sulit mendapatkan perhatian program pembangunan. Karena itu, pemerintah daerah memilih bergerak lebih aktif. Demi kepentingan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa jika daerah tidak melakukan komunikasi, maka pusat bisa menganggap kebutuhan sudah terpenuhi.

Kondisi ini dapat membuat daerah tertinggal dalam akses program. Karena itu, langkah “jemput bola” menjadi strategi utama. Untuk membuka peluang pembangunan.

“Kalau kita diam, pusat mengira kita tidak butuh,” ujarnya.

Baca juga: Prediksi Skor Bali United vs Malut United: Siapa Bisa Memperbaiki Posisi di Klasemen Liga?

Ia menjelaskan bahwa pernyataan tersebut menggambarkan realitas hubungan antara daerah dan pusat. Pemerintah daerah harus aktif menyampaikan kebutuhan agar program dapat masuk ke wilayah.

Sejumlah hasil mulai terlihat dari pendekatan tersebut.

Program infrastruktur, bantuan rumah, hingga program sosial mulai masuk ke Kabupaten Sigi.

Pemerintah daerah menyebut ini sebagai hasil kolaborasi. 

Antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat.

Di sektor pendidikan, Sigi mulai mengakses program Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Patriot.

Program ini ditujukan untuk meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu dan siswa berprestasi.

Pemerintah daerah telah menyiapkan dukungan administratif. Agar pelaksanaan berjalan lancar.

Di sisi fiskal, Pemkab Sigi tetap menjaga kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tidak dinaikkan. 

Baca juga: Tolak Portal Masuk, Pedagang Pasar Simpong Luwuk Demo hingga Bakar Ban Bekas

Bahkan diberikan insentif hingga 25 persen bagi wajib pajak yang taat.

Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat.

Selain itu, penghapusan BPHTB, PBG, dan denda pajak juga dilakukan. Langkah ini menjadi bentuk relaksasi fiskal bagi masyarakat.

Pemerintah menilai kebijakan ini penting dalam kondisi ekonomi saat ini. Agar masyarakat tidak terbebani.

Kebijakan tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah pihak.

Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, menyebut kemajuan Sigi sebagai inspirasi. 

Ia menilai pendekatan kolaboratif lebih efektif dibanding saling menyalahkan. Terutama dalam menghadapi keterbatasan daerah.

Sigi juga dipercaya menjadi tuan rumah Paskah Nasional.

Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, ditunjuk sebagai ketua panitia pelaksana. 

Agenda ini diperkirakan memberikan dampak ekonomi dan promosi daerah. Sekaligus memperkuat posisi Sigi di tingkat nasional.

Dalam konteks pembangunan daerah, sebagian besar anggaran masih berasal dari transfer pusat.

Seperti Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Baca juga: Zodiak Cinta Senin 20 April 2026: Leo Awas Kecewa, Scorpio Krisis Kepercayaan

Karena itu, kolaborasi menjadi hal yang tidak terhindarkan. Dalam mendorong percepatan pembangunan.

Dengan pendekatan tersebut, Sigi menunjukkan hasil yang mulai terlihat. Infrastruktur bergerak, program sosial masuk, dan kebijakan fiskal berpihak pada masyarakat.

Pemerintah daerah menyebut ini sebagai bukti bahwa kolaborasi dapat menjadi kunci pembangunan berdampak langsung bagi warga.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved