Kamis, 23 April 2026

Donggala Hari Ini

Kabupaten Donggala Mulai Benahi Data Kemiskinan, Piloting Digitalisasi Bansos Dipersiapkan

Warga yang sudah tidak layak menerima bantuan namun tetap tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

|
Penulis: Misna Jayanti | Editor: Fadhila Amalia
Misna/TribunPalu/Misna Jayanti
DIGITAISASI BANSOS - Pemerintah Kabupaten Donggala mulai mempersiapkan program piloting digitalisasi bantuan sosial (bansos) untuk memperbaiki akurasi data kemiskinan agar penyaluran bantuan tepat sasaran. 
Ringkasan Berita:
  • Pemkab Donggala menyiapkan program piloting digitalisasi bansos untuk memperbaiki akurasi data kemiskinan agar tepat sasaran.
  • Wakil Bupati Taufik M Burhan menyebut masih banyak data DTKS yang tidak valid, sehingga bantuan belum sepenuhnya tepat penerima.
  • Pemkab akan merekrut agen digitalisasi di setiap desa untuk melakukan verifikasi dan validasi data masyarakat secara objektif.

Laporan Wartawan TribunPalu, Misna Jayanti

TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - Pemerintah Kabupaten Donggala mulai mempersiapkan program piloting digitalisasi bantuan sosial (bansos) untuk memperbaiki akurasi data kemiskinan agar penyaluran bantuan tepat sasaran.

Wakil Bupati Donggala, Taufik M Burhan mengatakan piloting digitalisasi bansos tersebut sebagai langkah pembenahan data yang selama ini dinilai belum akurat.

Ia menyebut, berdasarkan hasil evaluasi, masih banyak ditemukan data yang tidak valid di lapangan. 

Baca juga: Prediksi Skor Persis Solo vs Bhayangkara FC: Tuan Rumah Bisa Pertahankan Keangkeran Stadion Manahan?

Di antaranya, warga yang sudah tidak layak menerima bantuan namun tetap tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Selama ini intervensi program sering tidak tepat sasaran karena data tidak akurat. Ada yang wajib dibantu justru tidak terdata, sementara yang tidak perlu lagi dibantu malah tetap menerima,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Donggala melakukan rekrutmen agen digitalisasi di setiap desa.

Agen tersebut akan dibekali kemampuan teknis, termasuk penggunaan perangkat Android serta aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Mereka bertugas melakukan verifikasi dan validasi ulang data masyarakat miskin secara objektif dan transparan.

Taufik menegaskan, proses rekrutmen dilakukan dengan kriteria ketat guna menghindari intervensi kepentingan tertentu di tingkat desa.

Baca juga: Tak Bisa Undang Semua Teman di Resepsi El Rumi, Ahmad Dhani Berencana Gelar Ngunduh Mantu

Menurutnya, agen digitalisasi akan menjadi ujung tombak dalam mewujudkan satu data kemiskinan yang akurat sebagai dasar penyusunan program pemerintah daerah.

“Kita rekrut agen khusus agar data tidak lagi berdasarkan kedekatan, melainkan fakta riil yang terdigitalisasi,” kata Taufik.

Baca juga: Penanganan Kemiskinan di Donggala, Wabup Minta OPD Tak Bekerja Sendiri-sendiri

Ia menambahkan, Pemkab Donggala menargetkan pembenahan data dapat segera rampung sehingga penyaluran bantuan sosial ke depan benar-benar diterima masyarakat yang berhak. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved