Senin, 27 April 2026

Morowali Hari Ini

Desa Kaleroang Morowali Krisis Air Bersih, Kades Minta Sumur Bor Segera Rampung

Keberadaan sumur bor sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap air bersih.

Penulis: Ismet Togean 20 | Editor: Fadhila Amalia
Ismet/TribunPalu/Ismet Togean 20
PEMBANGUNAN SUMUR BOR MANGKRAK - Kepala Desa Kaleroang, Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Muh Tahir Baba. 
Ringkasan Berita:
  • Kepala Desa Kaleroang, Muh. Tahir Baba, mendorong pemerintah daerah segera menuntaskan proyek sumur bor yang belum rampung sejak 2025.
  • Proyek senilai Rp700 juta dari APBD 2025 masih tertunda, dengan material seperti pipa 4 inci menumpuk tanpa pengerjaan.
  • Penyelesaian sumur bor dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan dasar air bersih masyarakat Desa Kaleroang.

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet 

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI – Kepala Desa Kaleroang, Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Muh Tahir Baba, berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera menuntaskan pembangunan sumur bor hingga kini belum rampung.

Menurutnya, proyek penyediaan air bersih tersebut sudah mulai dikerjakan sejak tahun 2025, sehingga masyarakat sangat berharap pengerjaannya segera diselesaikan.

Baca juga: Sumur Bor Rp700 Juta di Kaleroang Morowali Mangkrak, Material Terbengkalai

“Harapan kami ini, karena sudah mulai dikerjakan di tahun 2025, supaya pemerintah bisa memaksimalkan penyediaan air bersih di Desa Kaleroang ini. Pekerjaan yang belum selesai supaya bisa diselesaikan secepatnya,” ujar Kepala Desa Kaleroang saat di wawancarai Tribunpalu.com, Sabtu (25/4/2026).

Ia menegaskan, keberadaan sumur bor sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap air bersih.

Keterlambatan penyelesaian proyek tersebut, kata dia, membuat warga hingga kini belum dapat merasakan manfaat dari anggaran yang telah dialokasikan pemerintah.

Sebelumnya, proyek pembangunan sumur bor untuk kebutuhan air bersih masyarakat Desa Kaleroang diketahui menggunakan anggaran sekitar Rp700 juta yang bersumber dari APBD daerah tahun anggaran 2025.

Namun hingga memasuki April 2026, proyek tersebut belum juga menunjukkan tanda-tanda penyelesaian. 

Di lokasi proyek, sejumlah material berupa pipa berukuran 4 inci terlihat masih menumpuk tanpa aktivitas pengerjaan.

Kepala desa berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah percepatan agar proyek tersebut dapat segera difungsikan untuk masyarakat.

Baca juga: Resah Peredaran Narkoba di Wilayahnya, Kades Kaleroang Minta Pemda Lakukan Penanganan Cepat

“Yang kami inginkan hanya satu, supaya masyarakat bisa segera menikmati air bersih,” tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved