Senin, 27 April 2026

Morowali Hari Ini

Sumur Bor Rp700 Juta di Kaleroang Morowali Mangkrak, Material Terbengkalai

Berdasarkan informasi dihimpun Tribunpalu.com, Minggu (26/4/2026), proyek tersebut bersumber dari APBD daerah tahun anggaran 2025. 

Penulis: Ismet Togean 20 | Editor: Fadhila Amalia
Ismet/TribunPalu/Ismet Togean 20
PEMBANGUNAN MANGKRAK - Proyek pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Desa Kaleroang, Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, hingga kini belum juga rampung meski telah menelan anggaran sekitar Rp700 juta. 

Ringkasan Berita:
  • Pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Desa Kaleroang, Morowali Selatan, yang bersumber dari APBD 2025 senilai Rp700 juta.
  • Sejumlah pipa 4 inci menumpuk di lokasi proyek, dan tidak ada papan informasi proyek yang menjelaskan nilai kontrak, pelaksana, atau target penyelesaian.
  • Ketiadaan sumur bor menimbulkan kekhawatiran bagi warga terkait akses air bersih, yang merupakan kebutuhan dasar penting bagi masyarakat setempat.

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet 

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI – Proyek pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Desa Kaleroang, Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, hingga kini belum juga rampung meski telah menelan anggaran sekitar Rp700 juta.

Berdasarkan informasi dihimpun Tribunpalu.com, Minggu (26/4/2026), proyek tersebut bersumber dari APBD daerah tahun anggaran 2025. 

Namun hingga memasuki akhir April 2026, progres pembangunan belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.

Baca juga: Pembangunan Lapangan Sepak Bola Desa Kaleroang Terhenti, Butuh Rp2 Miliar untuk Selesai

Pantauan di lapangan, sejumlah material berupa pipa berukuran 4 inci terlihat menumpuk di beberapa titik tanpa adanya aktivitas pengerjaan. 

Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa material proyek dibiarkan terbengkalai.

Tumpukan pipa ditemukan di dua lokasi berbeda, yakni di Desa Bungingkele dan Desa Lakombulo.

Selain material yang belum rampung terpasang, di area proyek juga tidak ditemukan papan informasi pekerjaan sebagaimana lazimnya proyek yang menggunakan anggaran pemerintah.

Ketiadaan papan informasi tersebut memicu pertanyaan terkait transparansi pelaksanaan proyek. 

Masyarakat tidak dapat mengetahui secara jelas nilai kontrak pekerjaan, sumber anggaran, pelaksana kegiatan, hingga target waktu penyelesaian.

Baca juga: Resah Peredaran Narkoba di Wilayahnya, Kades Kaleroang Minta Pemda Lakukan Penanganan Cepat

Saat pemantauan dilakukan tidak temukan adanya aktivitas pengeboran sedang berjalan. 

Tidak tampak pekerja maupun alat yang beroperasi di lokasi proyek.

Terlihat sebuah alat pengeboran yang tertutup rapi menggunakan terpal berwarna biru.

Adapun lokasi pembangunan sumur bor berada di Desa Lakombulo, kecamatan Bungku selatan, dengan jarak sekitar 3 kilometer dari Desa Kaleroang yang menjadi sasaran pemanfaatan air bersih.

Belum rampungnya proyek ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, mengingat kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat mendesak.

Baca juga: El Rumi Sah Jadi Suami Syifa Hadju, Prosesi Ijab Qobul Lantang dengan Sekali Ucap

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab belum selesainya proyek yang telah dianggarkan sejak tahun lalu tersebut.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved