Selasa, 28 April 2026

Sulteng Hari Ini

Gubernur Sulteng Targetkan Kemiskinan Turun hingga 5 Persen pada 2028–2030

Pemprov Sulteng juga menekankan penguatan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan.

Editor: Fadhila Amalia
Handover/Handover
ANGKA KEMISKINAN - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan Angka Kemiskinan di wilayahnya dapat ditekan hingga sekitar 5 persen pada periode 2028–2030.  
Ringkasan Berita:
  • Gubernur Sulteng Anwar Hafid menargetkan angka kemiskinan di Sulawesi Tengah turun hingga sekitar 5 persen pada periode 2028–2030.
  • Target tersebut akan dicapai melalui perencanaan pembangunan yang lebih terarah, kolaboratif, dan sinkron antara pemerintah daerah dan pusat.
  • Pemprov Sulteng menekankan penguatan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai strategi utama pengentasan kemiskinan.

TRIBUNPALU.COM, PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan Angka Kemiskinan di wilayahnya dapat ditekan hingga sekitar 5 persen pada periode 2028–2030. 

Target tersebut akan dicapai melalui perencanaan pembangunan yang lebih terarah, terpadu, dan kolaboratif antar seluruh pemangku kepentingan.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan hal tersebut saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 digelar di Kota Palu.

Baca juga: Zodiak Rabu 29 April 2026: Aries Pertahankan Humormu, Libra Sebaiknya Jaga Kesehatan

Ia menegaskan bahwa penurunan angka kemiskinan masih menjadi fokus utama pembangunan daerah, mengingat berbagai program yang telah berjalan selama ini belum memberikan hasil yang signifikan.

Menurutnya, dibutuhkan strategi yang lebih tepat sasaran agar intervensi pemerintah benar-benar menyentuh akar persoalan kemiskinan di masyarakat.

“Diperlukan penguatan sinergi, evaluasi berkelanjutan, serta langkah yang lebih tepat agar program benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Anwar Hafid juga menekankan pentingnya sinkronisasi antara kebijakan daerah dengan program nasional, termasuk arah pembangunan pemerintah pusat.

Ia menyebut hal ini penting agar seluruh program dapat berjalan searah dan saling mendukung.

Selain itu, ia menyoroti perlunya keterlibatan lebih luas dari kelompok masyarakat miskin dalam proses perencanaan pembangunan.

Baca juga: Datang Tanpa Rizky Nazar, Sang Kakak Kenang Masa Lalu Saat Lihat Syifa Hadju Menikah

Menurutnya, kelompok yang berada di desil terbawah sering kali belum terakomodasi secara optimal dalam forum formal.

Karena itu, pemerintah daerah didorong untuk lebih aktif menjangkau masyarakat di tingkat bawah agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka.

Di sisi lain, Pemprov Sulteng juga menekankan penguatan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan.

Program wajib belajar 13 tahun serta peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu menjadi prioritas utama.

Gubernur Anwar Hafid berharap, dengan perencanaan yang lebih kolaboratif antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan seluruh pemangku kepentingan, target penurunan kemiskinan hingga 5 persen pada 2028–2030 dapat tercapai.

Baca juga: Kabupaten Poso Terima DBH Triwulan I 2026 Sebesar Rp15 Miliar

“Dengan kebersamaan, kita pastikan pembangunan berjalan tepat arah dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved