Sulteng Hari Ini
Refleksi Hardiknas 2026, Kepsek SMK 5 Palu : Menjadi Guru yang Tak Lekang oleh Zaman
Menurutnya, teknologi jangan lagi dipandang sebagai beban administratif yang melelahkan.
Penulis: Supriyanto | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Kepala SMK Negeri 5 Palu, Wayan Agus Irawan, menekankan pentingnya adaptasi dunia pendidikan terhadap perkembangan teknologi, khususnya Kecerdasan Buatan (AI).
- Ia menyebut AI bukan ancaman, melainkan mitra kreatif yang dapat membantu proses pembelajaran dan mempermudah pekerjaan guru. Menurutnya, menolak digitalisasi sama saja menghambat kemajuan pendidikan.
- Wayan juga menegaskan bahwa guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok
TRIBUNPALU.COM, PALU - Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 bukan sekadar seremoni tahunan.
Kepala Sekolah SMK Negeri 5 Palu, Wayan Agus Irawan menyebut bahwa hari ini adalah pengingat untuk para pendidik di Sulawesi Tengah khususnya di jenjang vokasi (SMK) yang sedang berdiri di tengah arus perubahan yang sangat deras.
Teknologi, terutama Kecerdasan Buatan (AI), tidak lagi mengetuk pintu, namun sudah berada di dalam kelas, di genggaman siswa kita, dan menjadi bagian dari nafas zaman.
"AI bukan musuh, melainkan mitra kreativitas," katanya di Palu pada Sabtu (2/5/2026).
Dalam tulisan panjangnya, Wayan mengatakan dengan jujur untuk saatnya kita mengakhiri resistensi terhadap digitalisasi.
"Menolak teknologi hari ini ibarat membiarkan anak didik kita berjalan di ruang gelap tanpa pelita," ungkapnya.
Menurutnya, teknologi jangan lagi dipandang sebagai beban administratif yang melelahkan.
Sebaliknya, AI adalah alat yang memerdekakan kreativitas kita, memudahkan pekerjaan, dan membuka ruang bagi metode mengajar yang lebih relevan.
Baca juga: Kebakaran 1 Unit Rumah Jl Tombolotutu, Tim Damkar Kota Palu Kerahkan 6 Unit Mobil dan 40 Personel
"Sekat di era sekarang soal frasa "saya tidak tahu" seharusnya sudah usang," jelasnya.
Informasi kini tersedia seluas samudera di ujung jari kita.
Sebagai pendidik vokasi kata Wayan, tenaga pendidik memikul tanggung jawab besar untuk tetap selaras dengan dinamika industri.
Jika kita berhenti belajar hari ini, maka ilmu yang kita berikan besok sudah menjadi sejarah (kedaluwarsa).
'Kita harus menjadi teladan sebagai pembelajar sepanjang hayat sebelum kita menuntut hal yang sama kepada siswa kita," jelasnya.
| Hardiknas 2026 di Gumbasa Jadi Momentum Penguatan Pendidikan Berkualitas dan Karakter Siswa |
|
|---|
| Ketua Pobsi Sulteng Dorong Olahraga Biliar Jadi Program Eskul Sekolah |
|
|---|
| Andi Limbunan Targetkan Biliar Sumbang Medali PON 2028 |
|
|---|
| Andi Limbunan Nahkodai Pobsi Sulteng 2025–2029, Fokus Pembinaan Atlet Muda |
|
|---|
| Momentum Hardiknas, Muhammad Safri Tekankan Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berkualitas di Sulteng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/HA8S9H-SA8HDA8JPGGG.jpg)