Sabtu, 9 Mei 2026

Atlet Panahan Jadi Korban Pelecehan

Kasus Pelecehan Atlet Panahan, Perpani Dorong Proses Hukum Pelaku

Samsinar menegaskan kasus pelecehan yang terjadi di salah satu club panahan itu diluar jadwal latihan.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Regina Goldie
TribunPalu.com/Supriyanto
Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Palu, Samsinar Zaid. 

Ringkasan Berita:
  • Ketua Perpani Kota Palu, Samsinar Zaid Moga, menanggapi kasus pelecehan di salah satu klub panahan. 
  • Ia menegaskan korban bukan atlet Kota Palu, melainkan terdaftar di Kabupaten Banggai, dan kasus terjadi di luar jadwal latihan resmi. 
  • Perpani tetap membuka ruang bagi korban untuk berlatih bersama anggota klub lainnya.

TRIBUNPALU.COM, PALU - Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Palu, Samsinar Zaid Moga angkat bicara terkait masalah yang terjadi di olahraga yang dipimpinnya itu.

Pihaknya mendorong agar pelaku inisial AE itu diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Kami menegaskan bahwa pelaku bukanlah bagian dari pelatih dan donatur. Soal pelecahan yang terjadi, kami mendorong agar pelaku yang kini berstatus tersangka itu diproses sesuai hukum yang berlaku," kata Samsinar.

Melalui konferensi pers, Samsinar menegaskan kasus pelecehan yang terjadi di salah satu club panahan itu diluar jadwal latihan.

Ia mengungkapkan bahwa korban sering terlihat latihan seorang diri di luar jadwal yang ditentukan club.

Karena diluar jam latihan, pihak Perpani selaku wadah dari club merasa kaget setelah ibu korban melaporkan pelaku kepihak kepolisian.

"Kami tidak tahu kasus itu. Nanti ibu korban foto surat laporan polisi dan dikirim di grub barulah kami ketahui," katanya kepada awak media pada Kamis (7/5/2026).

Baca juga: Ketua Perpani Sebut Korban Pelecehan Tak Termasuk Altet Kota Palu

Terkait status atlet panahan Kota Palu, Samsinat menyebut bahwa korban tidak termasuk dalam data base atlet Kota Palu.

Nama korban terdaftar sebagai atlet panahan Kabupaten Banggai.

"Dalam konferensi pers ini saya sampaikan bahwa korban bukanlah atlet Kota Palu, dia terdaftar di Kabupaten Banggai untuk persiapan Porprov," ujarnya.

Walaupun begitu, Perpani mewakili club panahan itu tetap membuka ruang kepada korban untuk berlatih bersama rekan club lainnya, termasuk anak dari pelaku.

Sebelumnya dikabarkan bahwa korban mengalami depresi hingga percobaan bunuh diri akibat pelecehan yang dialaminya.

Akibatnya, korban dibawa ke Psikiater untuk didampingi.

Mewakili Club, Samsinar mengatakan bahwa korban sejauh ini masih baik-baik saja saat latihan di lapangan.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved