Selasa, 12 Mei 2026

Sulteng Hari Ini

Dinkes Sulteng Imbau Waspada Hantavirus, Gejala Mirip Flu Biasa

Hantavirus dapat menimbulkan gangguan pernapasan hingga sesak napas pada pasien yang terinfeksi.

Tayang:
Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
Andrey_Popov/Shutterstock via mnn.com
ILUSTRASI - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah mengimbau masyarakat untuk mewaspadai gejala Hantavirus sekilas menyerupai flu biasa. 
Ringkasan Berita:
  • Hantavirus memiliki gejala awal seperti demam, sakit kepala, nyeri badan, dan lemas yang sering menyerupai flu biasa.
  • Diagnosis tidak bisa dipastikan hanya dari gejala karena mirip penyakit lain seperti leptospirosis, sehingga perlu pemeriksaan lanjutan.
  • Hantavirus dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan berat hingga berisiko kematian jika tidak ditangani dengan cepat.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah mengimbau masyarakat untuk mewaspadai gejala Hantavirus sekilas menyerupai flu biasa.

Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sulteng, Ahsan, mengatakan gejala awal Hantavirus umumnya berupa demam tinggi, sakit kepala, nyeri badan dan rasa lemas.

“Gejalanya hampir sama dengan flu biasa, ada demam sampai 38 derajat, sakit kepala, nyeri badan dan seperti pilek,” ujar Ahsan, Senin (11/5/2026).

Baca juga: Antisipasi Penyebaran Hantavirus, Dinkes Sulteng Perketat Pengawasan di Pintu Masuk Wilayah

Ia menjelaskan, gejala tersebut harus dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut karena memiliki kemiripan dengan beberapa penyakit lain seperti leptospirosis.

Kementerian Kesehatan RI
ANTISIPASI HANTAVIRUS - Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Ahsan saat diwawancarai di ruang kerjanya di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Jalan Kartini, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Senin (11/5/2026). (TribunPalu/Zulfadli/Zulfadli)

Menurutnya, Hantavirus dapat menimbulkan gangguan pernapasan hingga sesak napas pada pasien yang terinfeksi.

“Beberapa kasus infeksi di luar negeri menyebabkan kematian karena sesak napas,” jelasnya.

Ahsan mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada Hantavirus, terutama setelah kontak dengan lingkungan berpotensi terkontaminasi tikus.

Baca juga: 12 Sertipikat Elektronik Diserahkan Wamen ATR/BPN di Sulteng, Termasuk Sertipikat Wakaf dan PTSL

“Kalau ada gejala seperti itu memang harus dilakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah terkait Hantavirus atau bukan,” katanya.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved