Senin, 11 Mei 2026

Sulteng Hari Ini

Pemprov Sulteng Sesuaikan Jurusan Beasiswa Berani Cerdas S2 dengan Riset dan RPJMD

Sebanyak 100 kuota disiapkan dengan 10 sektor prioritas, mulai dari kesehatan, pertanian, pemerintahan, ekonomi, pendidikan, hingga industri.

Tayang:
Penulis: Robit Silmi | Editor: Fadhila Amalia
TribunPalu.com/Robit/Robit Silmi
PROGRAM BERANI CERDAS - Kepala Dinas Pendidikan Sulteng, Firmanza Dg Parebba. 

Ringkasan Berita:
  • Pemprov Sulteng menyesuaikan program Beasiswa Berani Cerdas dengan hasil riset BRIDA dan Untad.
  • Program mencakup 10 sektor strategis pembangunan, mulai dari kesehatan hingga pendidikan dan industri energi.
  • Beasiswa ini diarahkan untuk mencetak SDM yang sesuai kebutuhan pembangunan Sulawesi Tengah.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengarahkan program beasiswa pendidikan tinggi agar selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah, Senin (11/5/2026).

Hal itu terlihat dari Program Berani Cerdas jenjang S2 tahun 2026 yang membuka jurusan berdasarkan hasil riset BRIDA Sulawesi Tengah dan LPPM Universitas Tadulako (Untad).

Kepala Dinas Pendidikan Sulteng, Firmanza Dg Parebba mengatakan langkah tersebut dilakukan agar lulusan penerima beasiswa benar-benar dapat menjawab kebutuhan daerah di masa depan.

Baca juga: Beasiswa Berani Cerdas S2 Hadir dengan 10 Sektor Prioritas, Ini Daftar Prodinya

“Kami membuka jurusan sesuai riset Brida Sulteng kerja sama dengan LPPM Untad. Sehingga jurusan itu disesuaikan dengan kebutuhan daerah yang sesuai dengan RPJMD,” katanya.

Sebanyak 100 kuota disiapkan dengan 10 sektor prioritas, mulai dari kesehatan, pertanian, pemerintahan, ekonomi, pendidikan, hingga industri dan hilirisasi pertambangan dan energi.

“Untuk S2 itu ada 10 sektor, yakni kesehatan, lingkungan kebencanaan dan keberlanjutan, pertanian, kelautan dan perikanan, infrastruktur transportasi dan kewilayahan, industri dan hilirisasi pertambangan dan energi, hukum sosial dan budaya, pemerintahan dan kebijakan, ekonomi dan keuangan, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta pendidikan,” jelasnya.

Adapun rincian Program Studi (Prodi) yang dibuka yakni:

1. Sektor Kesehatan
Program studi yang dibuka meliputi Kesehatan Masyarakat, Gizi, Keperawatan, dan Psikologi Klinis.

2. Sektor Lingkungan, Kebencanaan, dan Keberlanjutan
Terdiri atas Ilmu Kebencanaan, Teknik Lingkungan, Ilmu Lingkungan, serta Teknik Sipil dengan konsentrasi mitigasi bencana.

Baca juga: Antisipasi Penyebaran Hantavirus, Dinkes Sulteng Perketat Pengawasan di Pintu Masuk Wilayah

3. Sektor Pertanian, Kelautan, dan Perikanan
Program studi yang tersedia yakni Agribisnis, Agronomi, Agroteknologi, Penyuluhan Pertanian, Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Kelautan, Ilmu Perikanan, Nutrisi dan Teknologi Pakan, serta Ilmu Peternakan.

4. Sektor Infrastruktur, Transportasi, dan Kewilayahan
Tersedia program studi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Transportasi, serta Geografi.

5. Sektor Industri dan Hilirisasi Pertambangan dan Energi
Mencakup Teknik Sipil, Teknik Industri, Teknik Elektro, Teknik Pertambangan, Sistem Energi Baru Terbarukan, hingga Informatika dan Kecerdasan Buatan (AI).

6. Sektor Hukum, Sosial, dan Budaya
Program studi yang dibuka meliputi Hukum, Sosiologi, dan Budaya.

7. Sektor Pemerintahan dan Kebijakan
Terdiri atas Administrasi Publik, Kebijakan Publik, dan Perpajakan.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved