Donggala Hari Ini
Aliansi Rakyat Donggala Bersatu Desak Kepastian Kapal Pelni Bersandar di Donggala
Rapat dipimpin Wakil Ketua II DPRD Donggala, Asis Rauf, didampingi Wakil Ketua I Kelvin Soputra.
Penulis: Misna Jayanti | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- DPRD Donggala menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Aliansi Rakyat Donggala Bersatu (ARDB), PT Pelni, dan KSOP Kelas II Teluk Palu untuk membahas kepastian kapal Pelni bersandar di Pelabuhan Donggala. Rapat berlangsung di Kantor DPRD Donggala pada Selasa (12/5/2026).
- Dalam pertemuan tersebut, ARDB mempertanyakan jadwal pasti kapal Pelni mulai beroperasi di Pelabuhan Donggala.
- Namun hingga rapat selesai, belum ada keputusan mengenai waktu bersandarnya kapal.
Laporan Wartawan TribunPalu, Misna Jayanti
TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - DPRD Kabupaten Donggala menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Aliansi Rakyat Donggala Bersatu (ARDB), PT Pelni dan KSOP Kelas II Teluk Palu terkait kepastian bersandarnya kapal Pelni di Pelabuhan Donggala.
RDP tersebut berlangsung di ruang sidang utama Kantor DPRD Donggala, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Selasa (12/5/2026).
Rapat dipimpin Wakil Ketua II DPRD Donggala, Asis Rauf, didampingi Wakil Ketua I Kelvin Soputra.
Hadir pula sejumlah anggota DPRD Donggala, Kepala Dinas Perhubungan Donggala Happy Handayani Noor, Pelaksana Harian (Plh) Kepala KSOP Kelas II Teluk Palu Marcelinus Singki, Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan (Lala) KSOP Kelas II Teluk Palu Marvin, serta perwakilan PT Pelni Cabang Palu, Eko Agung Laksono.
Ketua ARDB, Marwan, mengatakan pihaknya mempertanyakan kepastian jadwal kapal Pelni bersandar di Pelabuhan Donggala.
Baca juga: Tugas 4,2 Tahun di Sulteng Berakhir, Tenny C Soriton Nahkodai BKKBN Gorontalo
“Hari ini kami melaksanakan pertemuan dengan DPRD Donggala, KSOP dan PT Pelni untuk mempertanyakan kapan kapal Pelni akan bersandar di Pelabuhan Donggala,” ujarnya.
Menurutnya, hingga pertemuan berakhir belum ada kesepakatan mengenai jadwal pasti kapal Pelni bersandar di Pelabuhan Donggala.
Meski demikian, ARDB memberikan tenggat waktu kepada KSOP dan PT Pelni hingga akhir Mei 2026 untuk melengkapi seluruh persyaratan yang dibutuhkan.
Marwan menyebut, usai dilaksanakannya RDP hari ini, pihaknya akan kembali menggelar pertemuan pada Juni 2026 bersama DPRD Donggala, Pemerintah Kabupaten Donggala, KSOP dan PT Pelni guna meminta kepastian realisasi pelayanan kapal Pelni di Pelabuhan Donggala.
Ia berharap pada pertemuan selanjutnya sudah ada keputusan resmi terkait waktu bersandarnya kapal Pelni.
Baca juga: Buntut Insiden di Mini Soccer Hadianto Cup, Warga Batui Banggai Blokade Jalan
“Di bulan Juni nanti kami berharap sudah ada hasil dan kepastian terkait kapan kapal Pelni akan bersandar di Pelabuhan Donggala,” jelas Marwan.
Marwan juga menegaskan ARDB akan kembali menyampaikan aspirasi apabila hingga Juni mendatang belum ada kepastian dari KSOP maupun PT Pelni.
Ia menyebut aksi yang akan dilakukan dapat berupa unjuk rasa hingga pemblokiran jalan.
Menurutnya, tuntutan tersebut didasarkan pada surat keputusan dari kementerian terkait yang dinilai perlu segera direalisasikan oleh KSOP dan PT Pelni. (*)
| Produksi Tambak Udang Donggala Ditarget Meningkat 2026, Tahun 2025 Capai 23.752 Ton |
|
|---|
| Wisatawan Serbu Pusat Laut Donggala pada Hari Kedua Lebaran Iduladha 2026 |
|
|---|
| Dinas Perikanan Donggala Salurkan 117 Ribu Benih Udang untuk Tambak Terdampak Banjir di Sojol |
|
|---|
| Sapi Kurban Presiden untuk Donggala Berbobot 850 Kilogram, Diserahkan ke Masjid Desa Watatu |
|
|---|
| Datangi Ombudsman Sulteng, Honorer Donggala dan LBH Rakyat Laporkan Dugaan Maladministrasi Pemkab |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ud-89ya89hajpggg.jpg)