Donggala Hari Ini
Kecamatan Banawa Jadi Lokasi Utama Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Donggala
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Donggala, Ansyar Sutiadi, mengatakan tim telah melakukan sejumlah tahapan verifikasi.
Ringkasan Berita:
- Kabupaten Donggala direncanakan menjadi lokasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Desa Lapaloang, Kelurahan Ganti, Kecamatan Banawa.
- Tim verifikasi dan validasi Kemendikdasmen menilai lokasi yang diajukan layak, meski beberapa dokumen masih perlu dilengkapi.
- Kepala Dikpora Donggala, Ansyar Sutiadi, menyebut program SNT merupakan prioritas nasional dengan konsep sekolah berstandar internasional yang didukung infrastruktur, SDM, dan sistem pembelajaran modern.
TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi direncanakan berlokasi di Desa Lapaloang, Kelurahan Ganti, Kecamatan Banawa.
Kabupaten Donggala masuk dalam daerah nominasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Donggala telah menerima kunjungan Tim Verifikasi dan Validasi Lapangan SNT Kemendikdasmen yang dipimpin Dasman Lamasiara untuk meninjau kelayakan lokasi dan sarana pendukung pembangunan sekolah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Donggala, Ansyar Sutiadi, mengatakan tim telah melakukan sejumlah tahapan verifikasi selama berada di Donggala.
“Kunjungan ini untuk melihat kelayakan lokasi dan sarana pendukung pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Donggala,” ujarnya kepada TribunPalu.com, Jumat (15/5/2026).
Baca juga: Program Berani Sehat Dinikmati 173.587 Masyarakat per Mei 2026, Sigi dan Kota Palu Paling Antusias
Menurutnya, tim melakukan pertemuan, peninjauan lokasi, pemeriksaan dokumen, hingga wawancara dengan masyarakat sekitar lokasi yang diusulkan.
Ia menyebut hasil verifikasi sementara menunjukkan lokasi yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Donggala dinilai layak untuk pengembangan sekolah tersebut.
“Secara umum mereka mengatakan lokasinya sangat baik. Tinggal beberapa dokumen yang belum lengkap agar segera dilengkapi,” kata Ansyar.
“Untuk sementara hanya satu lokasi yang diusulkan karena pemerintah daerah harus menyiapkan lahan pembangunan. Jadi saat ini kita fokus di Banawa,” jelasnya.
Baca juga: Wahyu Agus Pratama Siapkan Penguatan Satu Data dan Keamanan Siber di Sulteng
Ia menambahkan, program Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan bagian dari program prioritas nasional di bidang pendidikan dengan konsep sekolah berstandar internasional yang didukung infrastruktur, sumber daya manusia, dan sistem pembelajaran modern.
Menurut Ansyar, jika pembangunan sekolah tersebut terealisasi, maka akan membuka kawasan pendidikan baru yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial masyarakat di Kabupaten Donggala.
“Sekarang masih ada beberapa tahapan lanjutan terkait kelengkapan dokumen hingga finalisasi. Kita berharap Donggala bisa mewujudkan pembangunan sekolah tersebut,” tuturnya. (*)
| Produksi Tambak Udang Donggala Ditarget Meningkat 2026, Tahun 2025 Capai 23.752 Ton |
|
|---|
| Wisatawan Serbu Pusat Laut Donggala pada Hari Kedua Lebaran Iduladha 2026 |
|
|---|
| Dinas Perikanan Donggala Salurkan 117 Ribu Benih Udang untuk Tambak Terdampak Banjir di Sojol |
|
|---|
| Sapi Kurban Presiden untuk Donggala Berbobot 850 Kilogram, Diserahkan ke Masjid Desa Watatu |
|
|---|
| Datangi Ombudsman Sulteng, Honorer Donggala dan LBH Rakyat Laporkan Dugaan Maladministrasi Pemkab |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Donggala-Masuk-Nominasi-Sekolah-Nasional-Terintegrasi-Rencana-Pembangunan-di-Lapaloang.jpg)