Podcast DPRD Morowali
Profil Inspiratif Sultanah Hadie, Wakil Ketua DPRD Perempuan Visioner
Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif dalam politik untuk bisa berbuat nyata bagi daerahnya.
Ringkasan Berita:
- Sultanah Hadie, Wakil Ketua II DPRD Morowali, berasal dari keluarga bangsawan dan sejak kecil terbiasa memimpin.
- Berbekal pengalaman sebagai pengusaha dan aktivis dewan adat, ia aktif menangani masalah sampah, pengawasan tambang, dan pelestarian budaya lokal.
- Karier politiknya dimulai di Partai Golkar, kemudian Demokrat, dan kini terpilih di Dapil 1 (Bungku Tengah dan Bungku Timur).
TRIBUNPALU.COM - Sultanah Hadie, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Morowali, membuktikan bahwa kepemimpinan perempuan bukan hanya simbolik.
Dengan latar belakang pengusaha dan aktivis dewan adat, Sultanah kini aktif menangani masalah sampah, pengawasan tambang, dan pelestarian budaya lokal.
"Saya melihat Morowali kaya, berkembang, tapi juga menghadapi risiko—dari kriminalitas hingga kerusakan lingkungan. Jika hanya menonton, gregetnya hilang," kata Sultanah dalam Podcast Tribun VIP.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif dalam politik untuk bisa berbuat nyata bagi daerahnya.
Sultanah lahir dari keluarga dengan akar bangsawan ayahnya Pua Ahmad Hadi, Raja Bungku ke-11 dan diberi nama dengan harapan menjadi pemimpin perempuan.
Dari kecil, ia terbiasa memimpin: ketua kelas, ketua OSIS, hingga wakil ketua OSIS di sekolah.
Baca juga: Dari Desa Umbele ke Kursi Wakil Ketua DPRD, Perjalanan Inspiratif Ihwan Moh Thaiyeb
Awal karier politiknya dimulai di Partai Golkar, lalu berlanjut di Partai Demokrat, hingga akhirnya terpilih di Dapil 1 yang meliputi Bungku Tengah dan Bungku Timur.
Selain masalah pengawasan tambang, Sultanah menyoroti darurat sampah di Morowali, khususnya di Bahodopi dan Bungku Tengah.
Ia memulai langkah konkret dari rumah, mengajak keluarga dan komunitas lokal memilah sampah menjadi kering, basah, dan dapat didaur ulang.
"Kalau kita mulai dari diri sendiri, itu menular ke masyarakat," tegasnya.
Sultanah juga mengingatkan pentingnya menjaga budaya lokal amid arus modernisasi.
Baca juga: Wagub Sulteng Ajak Dokter Muda Upgrade Kompetensi Lewat Pendidikan Spesialis
"Sebagai orang Bungku, kita harus bangga dengan kebudayaan kita sendiri. Di mana tanah dipijak, di situ langit dijunjung," katanya.
Dari sekolah hingga DPRD, Sultanah Hadie menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan bisa menggabungkan visi lingkungan, budaya, dan pembangunan ekonomi.
Ia menegaskan, perubahan besar dimulai dari langkah kecil: dari rumah, komunitas, hingga kebijakan publik. (*)