Sigi Hari Ini
Bupati Sigi: Koperasi Merah Putih Putus Ketergantungan Petani pada Tengkulak
Ia menjelaskan, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah simpan pinjam.
Penulis: Andika Satria Bharata | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Bupati Sigi, Mohammad Rizal Intjenae, menilai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai langkah strategis untuk memutus ketergantungan petani terhadap tengkulak dan pemodal.
- Saat ini terdapat lima koperasi yang sudah rampung, sementara sekitar 56 lainnya sedang dibangun, ditargetkan total 60 koperasi.
- Koperasi diarahkan menjadi pusat distribusi dan pembiayaan sektor pertanian, sehingga petani memiliki kepastian pasar, bisa fokus pada produksi, dan memperoleh harga jual yang adil.
Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata
TRIBUNPALU.COM, SIGI - Bupati Sigi, Mohammad Rizal Intjenae, menyebut kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi langkah strategis untuk memutus ketergantungan petani terhadap tengkulak dan pemodal di Kabupaten Sigi.
Hal itu disampaikan usai mengikuti peresmian operasional 1.061 Koperasi Merah Putih secara nasional oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, di Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Sabtu (16/5/2026).
Menurut Rizal, saat ini terdapat lima unit koperasi di Kabupaten Sigi yang telah rampung 100 persen secara fisik. Sementara itu, sekitar 56 koperasi lainnya dalam tahap penyelesaian sehingga totalnya ditargetkan mencapai 60 koperasi.
“Di Sigi sekarang yang sudah 100 persen terbangun secara fisik ada lima. Kurang lebih 56 lagi sedang dalam proses penyelesaian, sehingga total nantinya sekitar 60,” ujar Rizal.
Ia menjelaskan, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah simpan pinjam, namun akan diarahkan menjadi pusat distribusi dan pembiayaan sektor pertanian.
Baca juga: Politisi Muda Morowali, Yopie Sabara Bawa Solusi untuk Lonjakan Penduduk dan Infrastruktur
Pemerintah Kabupaten Sigi, kata dia, akan mempertemukan Dinas Koperasi, Dinas Pertanian, pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar koperasi menjadi penyuplai utama kebutuhan pangan.
“Petani kita tidak lagi tergantung pada tengkulak maupun pemodal. Koperasi bisa membiayai petani, kemudian hasil panen dijual kembali ke koperasi dengan harga pasar dan bunga sekecil mungkin,” katanya.
Skema tersebut diyakini akan menciptakan kepastian pasar bagi petani. Dengan begitu, petani cukup fokus pada produksi tanpa lagi dihantui ketidakpastian harga jual hasil panen.
Baca juga: Sigi Jadi Bagian Launching 1.061 Titik KDKMP, Presiden Prabowo Sebut Tonggak Penguatan Ekonomi Desa
“Petani menanam, sudah jelas siapa pembelinya. Jadi tidak perlu lagi memikirkan nanti siapa yang beli dan berapa harga jualnya,” tambahnya.
Bupati berharap model ini dapat mendorong kemandirian ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.(*)
| Sigi Jadi Bagian Launching 1.061 Titik KDKMP, Presiden Prabowo Sebut Tonggak Penguatan Ekonomi Desa |
|
|---|
| Audit Kinerja Jadi Evaluasi Internal, Polres Sigi Fokus Benahi Tata Kelola dan Pelayanan |
|
|---|
| MTQ XXXI Sulteng 2026 di Sigi Perkenalkan Logo Sarat Nilai Religius dan Budaya |
|
|---|
| Demi Regenerasi Atlet Berkuda, Brigadir Nofri Saputra Sumbangkan Lahan dan Bangun Sekolah di Sigi |
|
|---|
| AKP Siti Elminawati dari Polres Sigi Masuk 15 Besar Kandidat Hoegeng Awards 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/GDAD-T7AD78AJPGGGG.jpg)