Minggu, 17 Mei 2026

Sigi Hari Ini

Koperasi Merah Putih di Sigi Disiapkan Jadi Penyuplai Utama Program MBG

Rizal mengatakan, hampir seluruh kebutuhan bahan pokok MBG dapat dipenuhi dari potensi pertanian.

Tayang:
TribunPalu.com/Andika Satria Bharata
Bupati Sigi, Mohammad Rizal Intjenae. 
Ringkasan Berita:

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata 

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Pemerintah Kabupaten Sigi menyiapkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai rantai pasok utama kebutuhan bahan pangan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu disampaikan Bupati Sigi, Mohammad Rizal Intjenae, usai mengikuti launching nasional operasional 1.061 titik Koperasi Merah Putih oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, di Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru.

Rizal mengatakan, hampir seluruh kebutuhan bahan pokok MBG dapat dipenuhi dari potensi pertanian dan peternakan Kabupaten Sigi.

“Beras kita punya, ayam kita punya, daging kita punya, telur kita punya, sayur, tomat, rica semua ada. Tinggal kita hitung kebutuhan harian MBG berapa, lalu itu yang dikonsolidasikan lewat koperasi,” ujarnya.

Ia menilai kehadiran koperasi akan membuat sistem distribusi pangan menjadi lebih tertata. Bahkan fasilitas kendaraan operasional yang dimiliki koperasi dinilai dapat langsung digunakan untuk mengirim bahan pangan ke dapur MBG.

Baca juga: Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Sigi, Dirasakan hingga Palu

“Kalau setiap koperasi punya pickup atau truk, kenapa tidak sekalian melayani MBG. Jadi koperasi yang bawa langsung ke dapur,” katanya.

Selain menjadi pemasok, koperasi juga diproyeksikan mendukung kebutuhan pertanian, mulai dari penyediaan pupuk hingga pembiayaan.

Bupati Sigi menegaskan, fokus awal koperasi di daerahnya bukan pada simpan pinjam, melainkan penguatan sektor pertanian agar petani memiliki kepastian produksi dan pemasaran.

“Kita jangan dulu bicara simpan pinjam. Fokus dulu pertanian, karena kita sudah siapkan gas dan pupuk untuk mendukung keberlanjutan produksi,” ujarnya.

Ia bahkan mendorong pengembangan pertanian organik agar bahan pangan yang masuk dalam program MBG memiliki kualitas gizi yang lebih baik bagi anak-anak.

“Kalau bisa organik, maka tambahan gizi untuk anak-anak kita akan lebih bagus. Protein cukup, nabati cukup, susu ada, semuanya terpenuhi,” tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved