Kamis, 21 Mei 2026

Sulteng Hari Ini

APJI Sulteng Dorong UMKM Kuliner Naik Kelas, Penguatan Ekonomi Daerah Jadi Target

Rakerda VI menjadi agenda penting menjelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APJI di Yogyakarta pada awal Juni 2026 mendatang.

Tayang:
Penulis: Robit Silmi | Editor: Regina Goldie
TribunPalu.com/Robit Silmi
Ketua DPD APJI Sulawesi Tengah, Imelda Liliana Muhidin saat mengukuhkan dewan pengurus DPC Kota Palu di Sriti Convention Hall, Kota Palu. 

Ringkasan Berita:
  • DPD Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Sulawesi Tengah mendorong pelaku UMKM kuliner untuk berkembang dan mendukung penguatan ekonomi daerah melalui Rakerda VI di Palu, yang juga dirangkaikan dengan pengukuhan DPC APJI Kota Palu dan Kabupaten Sigi masa bakti 2026–2031.
  •  Ketua DPD APJI Sulteng, Imelda Liliana Muhidin, menyoroti tantangan akses permodalan bagi UMKM dan menyebut BPR sebagai alternatif solusi dengan proses pembiayaan lebih mudah dan bunga sekitar 6 persen. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi

TRIBUNPALU.COM, PALU - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Sulawesi Tengah mendorong pelaku UMKM kuliner agar terus berkembang dan mampu berkontribusi terhadap penguatan ekonomi daerah.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) VI APJI Sulawesi Tengah yang berlangsung di Sriti Convention Hall, Jl Durian, Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pengukuhan Dewan Pengurus Cabang (DPC) APJI Kota Palu dan Kabupaten Sigi masa bakti 2026–2031.

Rakerda VI menjadi agenda penting menjelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APJI di Yogyakarta pada awal Juni 2026 mendatang.

Ketua Panitia Rakerda, Susi, mengatakan kegiatan tersebut mengusung tema penguatan UMKM dan jasa boga dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Rakerda VI APJI Sulteng juga menghadirkan talkshow yang melibatkan Bank Indonesia Sulawesi Tengah dan BPR Arta Prima.

Menurut Ketua DPD APJI Sulteng Imelda Liliana Muhidin, persoalan akses permodalan masih menjadi tantangan bagi para pelaku UMKM.

Baca juga: Kementerian HAM Sulteng Dorong Generasi Muda Lewat Peringatan Kebangkitan Nasional

“BPR ini memang konsen kepada pelaku UMKM. Ini menjadi problem teman-teman pelaku usaha UMKM ketika mereka membutuhkan permodalan, bank-bank himbara itu agak rumit untuk jaminan,” katanya usai pengukuhan kepada TribunPalu.com. 

Ia menilai keberadaan BPR dapat menjadi alternatif solusi bagi pelaku usaha kecil karena proses pembiayaan yang lebih mudah dijangkau.

“Tapi di BPR itu agak lebih mudah, bunga kreditnya sedikit di atas 6 persen. Kemudahan-kemudahan itu yang coba kita kolaborasikan,” jelasnya.

Imelda juga mengapresiasi kepengurusan APJI Kota Palu dan Kabupaten Sigi yang dinilai melibatkan pelaku usaha dari berbagai wilayah.

“Saya sudah berbicara dengan teman-teman APJI Sigi dan Kota Palu, luar biasa. Di sana itu ada yang dari Kulawi, Sidera, Biromaru. Dalam artian menyebar pengurusnya, ini bagus sekali,” ujarnya.

Menurutnya, daerah seperti Kulawi dan Lindu memiliki potensi wisata yang dapat didukung melalui pengembangan kuliner khas daerah.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved