Eks Polwan Aniaya Tetangga
Polres Sigi Jamin Profesionalitas Usut Kasus Eks Polwan Yuni Utami, Minta Warga Tetap Tenang
Saat itu, Yuni Utami menggeber sepeda motornya dari teras rumah lalu mendekati kendaraan korban sambil membawa balok kayu.
Penulis: Andika Satria Bharata | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM, SIGI – Eks Polisi Wanita (Polwan) Yuni Utami kembali menjadi sorotan publik di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Konten kreator tersebut dilaporkan ke Polres Sigi atas dugaan penganiayaan terhadap tetangganya di BTN Tinggede Permai, Desa Tinggede, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi.
Peristiwa itu terekam kamera CCTV dan videonya beredar luas melalui pesan berantai pada Kamis (21/5/2026).
Berdasarkan kronologi kejadian, insiden bermula saat korban yang diketahui seorang perempuan hendak keluar rumah pada Senin (18/5/2026).
Saat itu, Yuni Utami menggeber sepeda motornya dari teras rumah lalu mendekati kendaraan korban sambil membawa balok kayu.
Yuni kemudian memukul kendaraan korban menggunakan kayu tersebut di depan rumah korban.
Suami korban yang berada di kursi sopir sempat tidak merespons tindakan tersebut.
Namun beberapa saat kemudian, Yuni kembali mendatangi korban yang saat itu terburu-buru menutup dan mengunci pagar rumahnya.
Baca juga: Eks Polwan Yuni Utami Diduga Aniaya Tetangga, Korban Tuntut Keadilan ke Polres Sigi
Pada momen itulah Yuni diduga melayangkan pukulan menggunakan balok kayu hingga beberapa kali ke arah korban.
Melihat situasi memanas, suami korban turun tangan dan berusaha menenangkan Yuni agar menghentikan aksinya.
Akan tetapi, Yuni disebut terus mengayunkan kayu ke arah korban dan suaminya hingga akhirnya suami korban menjatuhkan Yuni ke tanah untuk menghentikan serangan.
Meski sempat ditahan, Yuni terus meronta hingga mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian datang melerai keributan tersebut.
Setelah berhasil melepaskan diri, Yuni kembali mendatangi korban dan diduga memukul wajah korban hingga terjadi adu fisik antara keduanya.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka memar dan menjalani perawatan medis.
Korban selanjutnya melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polres Sigi.
Meski laporan telah diterima pihak kepolisian, Yuni hingga kini belum ditahan.
Kondisi tersebut memicu keresahan keluarga korban dan warga sekitar.
Pasalnya, Yuni diketahui masih aktif melakukan siaran langsung di TikTok selama dua hari terakhir sambil memperlihatkan luka memar di wajahnya.
Dalam siaran langsung itu, Yuni menyebut dirinya menjadi korban pengeroyokan.
Pernyataan tersebut memicu reaksi warga sekitar yang menilai Yuni kerap menempatkan diri sebagai korban untuk mencari simpati publik di media sosial.
Baca juga: BREAKING NEWS: Tiktoker Eks Polwan Viral Diamankan Dinas Sosial di Kabupaten Sigi
Warga BTN Tinggede Permai mengaku resah dengan perilaku Yuni Utami yang disebut sering membuat kegaduhan di lingkungan tempat tinggalnya.
Sejumlah warga bahkan mengibaratkan keberadaan eks polwan tersebut sebagai “bom waktu” bagi keamanan dan ketertiban masyarakat apabila tidak segera mendapatkan penanganan serius dari pihak terkait.
Menurut keterangan warga, Yuni kerap berteriak menggunakan kata-kata kasar kepada tetangga, membuat kebisingan hingga larut malam, serta memicu perselisihan dengan warga sekitar.
“Kami merasa tidak tenang. Setiap hari ada saja keributan yang dibuat. Kalau dibiarkan terus tanpa tindakan serius, kami khawatir akan membahayakan warga atau dirinya sendiri,” ujar seorang warga.
Dikonfirmasi Tribunpalu.com, Kasi Humas Polres Sigi Iptu Nuim Hayat menyampaikan, pihak kepolisian telah menerima laporan dugaan penganiayaan yang dialami Kartina (40), warga Perumahan BTN Tinggede Permai.
“Saat ini proses penyelidikan sedang dilakukan. Personel kepolisian juga telah melakukan olah TKP awal guna mengumpulkan fakta-fakta terkait peristiwa tersebut,” ujarnya.
Ia menegaskan, penanganan perkara akan dilakukan secara profesional sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Kami memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional sesuai prosedur hukum yang berlaku. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak berspekulasi, serta mempercayakan sepenuhnya proses penanganan kepada pihak kepolisian,” pungkas Nuim.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Nuim-Hayat-Humas-Sigi.jpg)