Jumat, 22 Mei 2026

Morowali Utara Hari Ini

Bupati Morowali Utara Tegaskan Pendidikan Gratis dan Beasiswa Tetap Prioritas

Delis didampingi istrinya yang juga anggota DPD RI Dapil Sulawesi Tengah, Febriyanthi Hongkiriwang.

Tayang:
Editor: Regina Goldie
Handover
Bupati Morowali Utara (Morut), Delis Julkarson Hehi menegaskan komitmennya mempertahankan program pendidikan gratis dan beasiswa di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah yang mencapai Rp650 miliar. 
Ringkasan Berita:
  • Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, menegaskan komitmennya mempertahankan pendidikan gratis dan program beasiswa meski daerah melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp650 miliar.
  • Ia juga mendorong generasi muda meningkatkan keterampilan, soft skill, dan jiwa kewirausahaan agar siap bersaing di dunia kerja serta memanfaatkan potensi ekonomi lokal, seperti perkebunan durian.

TRIBUNPALU.COM - Bupati Morowali Utara (Morut), Delis Julkarson Hehi menegaskan komitmennya mempertahankan program pendidikan gratis dan beasiswa di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah yang mencapai Rp650 miliar.

Penegasan itu disampaikan Delis saat menghadiri pelantikan pengurus Pemuda Pelajar Mahasiswa Morowali Utara (PPMMU) periode 2026–2027 di Swiss-Belhotel Palu, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Dalam kegiatan tersebut, Delis didampingi istrinya yang juga anggota DPD RI Dapil Sulawesi Tengah, Febriyanthi Hongkiriwang.

Dalam sambutannya, Delis menekankan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Morowali Utara meskipun daerah sedang melakukan penyesuaian anggaran besar-besaran.

"Saya bilang pendidikan gratis tidak boleh dicoret, beasiswa tidak boleh dicoret. Pendidikan adalah investasi masa depan daerah," tegas Delis disambut tepuk tangan peserta kegiatan. 

Baca juga: Autentikasi Awal Bulan, Kunci Pembayaran Pensiun Lebih Lancar dan Tepat Waktu

Selain mempertahankan program beasiswa, Pemerintah Kabupaten Morowali Utara juga menyiapkan berbagai program pelatihan dan kursus gratis untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di kawasan industri.

Program tersebut meliputi pelatihan operator alat berat, welder, elektrikal hingga kursus bahasa Mandarin yang dirancang sesuai kebutuhan perusahaan.

"Kami siapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri supaya anak-anak Morowali Utara tidak menganggur," ujarnya.

Menurut Delis, tantangan terbesar generasi muda saat ini bukan hanya menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga memastikan keterampilan yang dimiliki relevan dengan kebutuhan dunia kerja modern.

Ia menyoroti tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi yang kini menjadi persoalan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, angka pengangguran lulusan perguruan tinggi disebut menjadi yang tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Delis menilai kondisi tersebut dipengaruhi ketidaksesuaian antara jurusan pendidikan dengan kebutuhan industri serta rendahnya penguasaan soft skill.

Baca juga: Nasib AKBP Basuki dalam Kasus Kematian Dosen Levi, Eks Perwira Polda Jateng Diganjar 6 Tahun Bui

"Wawancara kerja hari ini lebih melihat kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan penyelesaian masalah dibanding sekadar nilai akademik," katanya.

Karena itu, ia mendorong mahasiswa Morowali Utara mulai membangun kapasitas diri sejak dini, baik melalui peningkatan keterampilan maupun pengalaman organisasi.

Tak hanya itu, Delis juga mengajak generasi muda menumbuhkan jiwa kewirausahaan agar tidak sepenuhnya bergantung pada pekerjaan formal sebagai pegawai.

"Jangan semua bercita-cita menjadi pegawai. Hari ini menjadi pegawai bukan lagi jaminan hidup sejahtera. Anak muda harus mulai berani menjadi pencipta lapangan kerja," ujar Delis.

Ia mencontohkan sektor perkebunan durian di Morowali Utara yang dinilai memiliki potensi ekonomi besar apabila dikelola secara serius oleh generasi muda.

Baca juga: Moh Rizal Intjenae Tegaskan Prioritas Pembangunan Jalan di Wilayah Terpencil Pipikoro

"Satu pohon durian bisa menghasilkan puluhan juta rupiah per tahun. Ini peluang yang harus dimanfaatkan generasi muda," tambahnya.

Sementara itu, Ketua PPMMU periode 2026–2027, Prayogi Potaka, mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik memperkuat rasa kekeluargaan serta membangun organisasi yang adaptif menghadapi tantangan zaman.

Menurut Prayogi, organisasi mahasiswa harus menjadi rumah bersama yang dibangun melalui kerja sama seluruh anggota, bukan hanya bergantung pada segelintir orang.

"Kekuatan terbesar penghuyuban ini terletak pada rasa memiliki dan rasa kekeluargaan dari setiap individunya," kata Prayogi.

Ia juga mengajak seluruh pengurus menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab serta menghadirkan program-program yang memberi manfaat nyata bagi mahasiswa maupun masyarakat Morowali Utara. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved