Narkotika di Kampus
FK Untad Tegaskan Tak Ada Bukti Keterlibatan Mahasiswa Terkait Temuan Dugaan Alat Narkotika
Keterangan tersebut sejalan dengan informasi dari perwakilan lembaga mahasiswa yang selama ini beraktivitas.
Ringkasan Berita:
- Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (Untad) menanggapi penemuan benda yang diduga alat penyalahgunaan narkotika di ruangan sekretariat lama yang sudah tidak aktif digunakan 4–5 tahun terakhir.
- Dekan, Dr. M. Sabir, menegaskan hasil investigasi internal belum menemukan bukti keterlibatan mahasiswa.
- BEM Fakultas Kedokteran meminta publik bersikap objektif dan bijak, menghindari spekulasi, dan mendukung proses investigasi berlanjut.
TRIBUNPALU.COM - Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (Untad) memberikan keterangan terkait penemuan benda yang diduga sebagai alat penyalahgunaan narkotika di salah satu ruangan sekretariat bersama di lingkungan Fakultas Kedokteran.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, benda tersebut ditemukan oleh wartawan Tribun Palu saat mencari lokasi pengisian daya telepon genggam ketika meliput kegiatan di Aula Fakultas Kedokteran Untad.
Dekan Fakultas Kedokteran Untad, Dr. dr. M. Sabir menyampaikan bahwa sejak menerima informasi tersebut, pihak fakultas segera mengambil langkah cepat melalui koordinasi internal, investigasi, serta rapat bersama pimpinan lembaga kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Kedokteran.
“Informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan alat sabu tersebut telah kami tindak lanjuti melalui investigasi internal dan rapat koordinasi bersama pimpinan lembaga mahasiswa. Kampus menyampaikan keprihatinan atas temuan tersebut, namun hingga saat ini tidak ditemukan bukti yang mengarah pada keterlibatan mahasiswa Fakultas Kedokteran,” ujar dr. M. Sabir.
Berdasarkan hasil peninjauan internal, lokasi ditemukannya benda tersebut merupakan ruangan sekretariat lama yang sudah tidak aktif digunakan selama kurang lebih empat hingga lima tahun terakhir.
Baca juga: Dari Demonstran ke Anggota Dewan, Puspa Bayu Soroti Tata Ruang Morowali
“Perlu diketahui bahwa lokasi ditemukannya benda yang diduga sebagai alat terkait penyalahgunaan narkotika tersebut sudah tidak lagi digunakan maupun diakses untuk aktivitas dan kegiatan kemahasiswaan,” terang dr. M. Sabir.
Pihak Fakultas Kedokteran juga menyampaikan bahwa berdasarkan hasil peninjauan internal, beberapa ruangan sekretariat bersama yang sudah lama tidak digunakan ditemukan dalam kondisi mengalami kerusakan pada bagian pintu dan akses ruangan.
Keterangan tersebut sejalan dengan informasi dari perwakilan lembaga mahasiswa yang selama ini beraktivitas di area sekretariat bersama tersebut.
“Sejumlah ruangan yang sudah lama tidak digunakan sebelumnya berada dalam kondisi terkunci. Namun, saat dilakukan peninjauan, ditemukan beberapa bagian pintu dan akses ruangan dalam kondisi rusak dan diduga pernah dibuka secara paksa,” ungkap perwakilan BEM Fakultas Kedokteran Untad.
Pihak kampus juga menegaskan bahwa lingkungan Universitas Tadulako merupakan kawasan terbuka yang dapat diakses oleh berbagai pihak. Aktivitas di area kampus tidak hanya melibatkan sivitas akademika, tetapi juga masyarakat umum yang berkepentingan.
Baca juga: Eks Polwan Yuni Kembali Berulah: Tertangkap Kamera Pukuli Tetangga Gunakan Kayu, Ini Kronologinya
Karena itu, keberadaan benda yang ditemukan tersebut tidak dapat serta-merta dikaitkan dengan mahasiswa maupun sivitas akademika Fakultas Kedokteran tanpa adanya fakta dan proses pembuktian yang jelas.
Sementara itu, dalam siaran pers yang dirilis BEM Fakultas Kedokteran Untad, perwakilan mahasiswa mengharapkan agar narasi yang berkembang di ruang publik dapat disikapi secara bijak dan berimbang.
“Kami berharap publik dapat melihat masalah ini secara objektif. Mahasiswa FK menyayangkan adanya spekulasi sepihak yang langsung mengaitkan temuan tersebut dengan mahasiswa, padahal belum ada fakta atau bukti hukum yang sah,” ungkap Ketua BEM FK Untad, Praba K Bone.
Oleh karena itu, BEM FK Untad mengajak rekan-rekan media untuk terus mengedepankan prinsip jurnalistik yang berimbang, akurat, dan berbasis konfirmasi, demi menjaga iklim informasi yang kondusif.
Mahasiswa juga mengimbau semua pihak untuk menghormati proses yang sedang berjalan dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan yang dapat merugikan nama baik mahasiswa Fakultas Kedokteran.
Baca juga: Kanwil BPN Sulteng Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Bimtek Akses Reforma Agraria
Di sisi lain, pihak mahasiswa menyatakan sangat mendukung penuh proses investigasi lebih lanjut oleh pihak berwenang apabila diperlukan.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Fakultas Kedokteran Untad menegaskan komitmennya dalam menjaga lingkungan kampus yang sehat, aman, dan bebas narkoba. Dr. dr. M. Sabir menjelaskan bahwa pihak fakultas akan memperkuat pengawasan lingkungan kampus melalui penataan area, peningkatan keamanan, penerangan, serta pemasangan CCTV di sejumlah titik.
Selain itu, Fakultas Kedokteran Untad juga akan memperkuat langkah preventif melalui pemeriksaan narkoba berkala bagi mahasiswa setiap tahun.
Kebijakan ini melengkapi pemeriksaan narkoba yang selama ini telah diberlakukan pada saat penerimaan mahasiswa baru dan sebelum mahasiswa memasuki tahap profesi koas. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Universitas-Tadulako-202.jpg)