Sabtu, 30 Mei 2026

Sulteng Hari Ini

Wagub Sulteng Minta Putra Daerah Isi Kebutuhan Dokter Spesialis di Pelosok

Pemprov Sulteng bersama Universitas Tadulako berupaya memperkuat penyelenggaraan PPDS agar dapat mencetak dokter spesialis dari daerah sendiri.

Tayang:
Editor: Fadhila Amalia
BIRO ADMINISTRASI PIMPINAN/Handover
PENGEMBANGAN PROGRAM PPDS - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong pengembangan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Universitas Tadulako sebagai langkah strategis untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis di berbagai wilayah terpencil di Sulawesi Tengah. 
Ringkasan Berita:

TRIBUNPALU.COM, PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong pengembangan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Universitas Tadulako sebagai langkah strategis untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis di berbagai wilayah terpencil di Sulawesi Tengah.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, mengatakan putra-putri daerah diharapkan dapat menjadi prioritas dalam program pendidikan dokter spesialis sehingga nantinya mampu mengisi kebutuhan tenaga medis di rumah sakit daerah.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri pelantikan Pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Sulawesi Tengah periode 2025-2028 di Hotel Best Western Plus Coco Palu, Sabtu (23/5/2026).

Baca juga: Wabup Sigi Minta Warga Tidak Terprovokasi Kasus Eks Polwan

Menurut Reny, kondisi geografis Sulawesi Tengah yang luas serta medan cukup berat menjadi tantangan tersendiri dalam mendatangkan dokter spesialis dari luar daerah.

Karena itu, Pemprov Sulteng bersama Universitas Tadulako berupaya memperkuat penyelenggaraan PPDS agar dapat mencetak dokter spesialis dari daerah sendiri yang siap mengabdi di wilayah terpencil.

“Kami berusaha dengan Universitas Tadulako bagaimana caranya untuk membuka PPDS-1 di Universitas Tadulako sehingga nanti ke depan kita lebih memprioritaskan anak-anak daerah yang mau ditempatkan di rumah sakit yang ada di ujung-ujung Sulawesi Tengah,” kata Reny.

Ia menilai lulusan dokter spesialis dari putra daerah akan lebih memahami kondisi wilayah serta memiliki peluang lebih besar untuk kembali bertugas di kabupaten yang masih kekurangan tenaga medis spesialis.

Selain mendorong pembukaan program pendidikan dokter spesialis, Reny juga mengajak para dokter untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan subspesialis maupun jenjang magister dan doktoral.

Baca juga: Harga Terbaru Samsung Galaxy S26, Galaxy S25 FE, Galaxy A57, Galaxy A37, Galaxy A56

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam pengembangan pendidikan kedokteran di Sulawesi Tengah.

Ia mengakui saat ini penyelenggaraan PPDS di Universitas Tadulako masih menghadapi keterbatasan tenaga pengajar sehingga proses pembelajaran dilakukan melalui kolaborasi dengan Universitas Hasanuddin.

Meski demikian, Pemprov Sulteng berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas dokter daerah melalui Program Berani Cerdas.

“Ke depan saya berharap adik-adik yang masih ingin ambil subspesialis apalagi mau ambil S3, Insyaallah kita akan usahakan lewat Program Berani Cerdas,” ujarnya.

Baca juga: O2SN Tingkat SMA/SMK/MA Se-Kota Palu Dibuka, 103 Atlet Bersaing di Lima Cabang Olahraga

Dalam kesempatan tersebut, Sarniwaty Kamissy resmi dilantik sebagai Ketua PAPDI Sulawesi Tengah periode 2025-2028.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved