Rabu, 27 Mei 2026

Sigi Hari Ini

Bupati Sigi Tegaskan Pertanian Jadi Prioritas, Tambang Ilegal Diminta Ditutup

Rizal juga menegaskan dirinya belum tertarik membuka ruang terhadap aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Kabupaten Sigi.

Tayang:
Andika/TribunPalu/Andika Satria Bharata
PEMBANGUNAN - Bupati Sigi Mohammad Rizal Intjenae menegaskan sektor pertanian tetap menjadi prioritas utama pembangunan di Kabupaten Sigi dibanding aktivitas pertambangan yang berpotensi merusak lingkungan. 
Ringkasan Berita:
  • Bupati Sigi Mohammad Rizal Intjenae menegaskan sektor pertanian tetap menjadi prioritas pembangunan dibanding aktivitas pertambangan.
  • Pemkab Sigi fokus memperkuat sarana pertanian seperti irigasi, sumur dalam, dan mekanisasi untuk meningkatkan produksi masyarakat.
  • Rizal menolak pertambangan ilegal karena dinilai berpotensi merusak lingkungan dan memicu banjir serta pencemaran.

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata 

TRIBUNPALU.COM, SIGI – Bupati Sigi Mohammad Rizal Intjenae menegaskan sektor pertanian tetap menjadi prioritas utama pembangunan di Kabupaten Sigi dibanding aktivitas pertambangan yang berpotensi merusak lingkungan.

Pernyataan itu disampaikan Rizal usai menghadiri pencanangan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) di Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Senin (25/5/2026).

“Saya masih punya keyakinan bahwa pertanian masyarakat itu yang akan mensejahterakan rakyat,” ujarnya.

Baca juga: TribunPalu.com Bekali Siswa SMAN 7 Palu Teknik Dasar Menulis Berita

Menurut Rizal, pemerintah daerah kini fokus menyiapkan sarana dan prasarana penunjang pertanian seperti irigasi, sumur dalam dan mekanisasi pertanian agar produksi masyarakat meningkat.

“Saya minta Dinas Pertanian duduk bersama dengan Dinas PU mendata sawah yang tidak dapat air tapi memang sangat membutuhkan irigasi. Bantuan harus tepat sasaran,” katanya.

Rizal juga menegaskan dirinya belum tertarik membuka ruang terhadap aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Kabupaten Sigi.

“Makanya saya suruh tutup semuanya yang ada pertambangan ilegal. Saya sendiri datang ke sana karena saya hanya minta untuk pertanian,” tegasnya.

Ia mencontohkan dampak kerusakan lingkungan akibat tambang yang tidak memperhatikan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), termasuk potensi banjir dan pencemaran.

Baca juga: Aksi Bakar Ban Bekas di Maahas Banggai Dipicu Kasus Dugaan Penganiayaan

“Persoalan pertambangan yang tidak berbasis amdal bisa menyebabkan banjir. Apalagi tambang emas, ada merkuri dan bahan lain yang kalau salah pengelolaan tanah bisa rusak,” ucapnya.

Rizal mengaku terinspirasi dari pengelolaan tambang di Sorowako yang dinilai tetap menjaga komitmen terhadap lingkungan.

“Kalau memang ada tambang, saya maunya seperti Sorowako, ada komitmen terhadap lingkungan dan tidak menimbulkan pencemaran,” katanya.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved