Jumat, 5 Juni 2026

Sigi Hari Ini

Kemiskinan Turun dan 11 Desa Bebas Stunting, Sigi Perkuat Program Pembangunan Sosial

Pemkab Sigi terus mengembangkan program pemberdayaan ekonomi melalui penguatan UMKM dan sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Angka kemiskinan di Kabupaten Sigi turun dari sekitar 12 persen menjadi 10,46 persen.
  • Sebanyak 11 dari 177 desa di Kabupaten Sigi telah mencapai status nol kasus stunting.
  • Keberhasilan program didukung kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, PKK, Posyandu, dan organisasi perempuan.

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata 

TRIBUNPALU.COM, SIGI – Selain meraih penghargaan sebagai daerah terbaik dalam pengendalian inflasi, Pemerintah Kabupaten Sigi juga mendapat apresiasi atas berbagai upaya percepatan penurunan kemiskinan dan stunting yang terus menunjukkan hasil positif.

Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae mengatakan, salah satu program unggulan yang dijalankan pemerintah daerah adalah gerakan terpadu penurunan kemiskinan.

Serta stunting melibatkan seluruh unsur pemerintahan, organisasi perempuan, tenaga kesehatan hingga masyarakat.

Baca juga: Jalur Trans Sulawesi di Bunta Banggai Sempat Lumpuh Akibat Longsor, Kini Kembali Bisa Dilalui

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan berbagai program sosial yang dijalankan di Kabupaten Sigi.

“Penanganan kemiskinan dan stunting tidak bisa dilakukan sendiri. Kami melibatkan PKK, Posyandu, kepala desa, puskesmas, bidan, kader kesehatan hingga organisasi perempuan yang ada di daerah,” kata Rizal.

Ia mengungkapkan angka kemiskinan di Kabupaten Sigi mengalami penurunan dari sekitar 12 persen menjadi 10,46 persen. 

Penurunan tersebut dicapai melalui pendekatan jemput bola dengan melihat langsung kondisi masyarakat yang membutuhkan intervensi pemerintah.

Pemerintah daerah, kata dia, tidak hanya fokus pada bantuan sosial, tetapi juga menyentuh aspek perumahan, kesempatan kerja dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Di sektor kesehatan, upaya penanganan stunting juga menunjukkan perkembangan positif. Dari 177 desa di Kabupaten Sigi, sebanyak 11 desa telah mencapai status nol kasus stunting.

“Ini berkat kerja keras seluruh satgas, tenaga kesehatan, kader Posyandu dan dukungan organisasi perempuan yang terus bergerak di lapangan,” ujarnya.

Baca juga: Sarwendah Mengaku Tak Butuh Uang Rp200 Juta, Kuasa Hukum Ruben Onsu: Jangan Sombong

Rizal juga menyoroti pentingnya keterlibatan organisasi perempuan melalui Gabungan Organisasi Wanita (GOW) yang dibentuk untuk memperkuat intervensi terhadap persoalan sosial di masyarakat.

Selain itu, Pemkab Sigi terus mengembangkan program pemberdayaan ekonomi melalui penguatan UMKM dan sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah.

Menurutnya, kerja sama dengan berbagai lembaga non-pemerintah (NGO) turut membantu percepatan pembangunan di sejumlah bidang, mulai dari kebencanaan, pertanian, kependudukan hingga pemberdayaan penyandang disabilitas.

“Kolaborasi dengan berbagai pihak sangat membantu pemerintah daerah dalam menghadirkan program-program yang berdampak langsung kepada masyarakat,” katanya.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved