Senin, 8 Juni 2026

Kemarau di Sigi

FOTO: Upacara Adat Morra Keke Untuk Minta Hujan di Sigi

Pelaksanaan Morra Keke dilakukan karena musim kemarau yang melanda wilayah tersebut.

Tayang:
Editor: Regina Goldie
FOTO: Upacara Adat Morra Keke Untuk Minta Hujan di Sigi - dya89yd89ay89aahfoajpfoa.jpg
Handover
Warga dari lima desa di Kabupaten Sigi melaksanakan Upacara Adat Morra Keke di Sungai Wuno, Kamis (4/6/2026), sebagai bentuk ikhtiar bersama memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.
FOTO: Upacara Adat Morra Keke Untuk Minta Hujan di Sigi - ud90au89a-d89aajpgggga.jpg
Handover
Warga dari lima desa di Kabupaten Sigi melaksanakan Upacara Adat Morra Keke di Sungai Wuno, Kamis (4/6/2026), sebagai bentuk ikhtiar bersama memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.
FOTO: Upacara Adat Morra Keke Untuk Minta Hujan di Sigi - duy89a-yd89a89dajpggg.jpg
Handover
Warga dari lima desa di Kabupaten Sigi melaksanakan Upacara Adat Morra Keke di Sungai Wuno, Kamis (4/6/2026), sebagai bentuk ikhtiar bersama memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.
FOTO: Upacara Adat Morra Keke Untuk Minta Hujan di Sigi - dy89a-y89y89adajpggg.jpg
Handover
Warga dari lima desa di Kabupaten Sigi melaksanakan Upacara Adat Morra Keke di Sungai Wuno, Kamis (4/6/2026), sebagai bentuk ikhtiar bersama memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.

Nilai gotong royong, kebersamaan, dan penghormatan terhadap tradisi leluhur terlihat dalam seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung.

Ritual adat tersebut ditutup dengan kegiatan Makan Uvempoi bersama, yakni makan bersama masyarakat menggunakan hasil penyembelihan kambing dan domba yang telah dipersiapkan selama prosesi berlangsung.

Suasana kebersamaan dan rasa syukur mewarnai penutupan kegiatan yang dihadiri tokoh adat, pemerintah desa, serta masyarakat dari berbagai kalangan.

Pelaksanaan Morra Keke menjadi bukti bahwa tradisi adat masih memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Sulawesi Tengah. 

Di tengah perkembangan zaman, ritual tersebut tidak hanya menjadi warisan budaya yang terus dijaga, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial, menjaga hubungan dengan alam, serta mempertahankan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur. (*)

Sumber: Tribun Palu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved