Banggai Hari Ini
Rektor Unismuh Luwuk Ingatkan Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Bisa Tekan Kelas Menengah
Di sisi lain, kelas menengah menghadapi situasi sulit karena tengah berupaya mengangkat keluarganya dari garis kemiskinan.
Penulis: Alisan | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Rektor Universitas Muhammadiyah Luwuk, Sutrisno K Djawa, menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax berpotensi memperburuk kondisi kelas menengah dan memicu fenomena middle income trap (jebakan pendapatan kelas menengah).
- Menurutnya, kenaikan biaya BBM membuat pengeluaran rumah tangga bertambah sehingga masyarakat kelas menengah semakin sulit meningkatkan taraf ekonominya.
- Ia menjelaskan bahwa kelas menengah, yang berpendapatan sekitar Rp2 juta hingga Rp10 juta per bulan.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alisan Lasande
TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax 92 dan Pertamax Greeb dinilai berpotensi menekan kelas menengah.
Hal ini disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk, Sutrisno K Djawa.
"Ada middle income trap (jebakan pendapatan kelas menengah)," ujarnya, Rabu (10/6/2026) sore.
Ia menilai, kenaikan harga BBM seperti Pertamax membuat kelas menengah menambah pos belanja.
"Padahal mau naik ke kelas atas, tapi tidak bisa lagi. Ini yang disebut middle income trap tadi," ujarnya
Di sisi lain, kelas menengah menghadapi situasi sulit karena tengah berupaya mengangkat keluarganya dari garis kemiskinan.
Baca juga: Kenaikan Harga Pertamax Mulai Pengaruhi Aktivitas Pengisian BBM di SPBU Pramuka Palu
"Akhirnya tidak bisa," kata doktoral ekonomi manajemen Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini.
Menurutnya, pemerintah perlu menjaga daya beli kelas menengah.
Selama ini, kata dia, kelas menengah salah satu penggerak ekonomi.
"Melalui belanja, ekonomi bergerak," tuturnya.
Saat harga Pertamax 92 di angka Rp12.600, biaya untuk BBM mobil berkapasitas 40 liter menghabiskan Rp504 ribu.
Untuk harga terbaru, pengeluaran untuk BBM membengkak menjadi Rp666 ribu.
"Pasti akan terasa," ujarnya.
Kelas menengah adalah mereka yang berpendapatan Rp2 juta sampai Rp10 juta per bulan.
Pertumbuhan konsumsi kelas ini disebut-sebut tercatat negatif. (*)
| Pembobol SMPN 6 Luwuk Ditangkap Polisi, Sembunyikan Hasil Curian di Semak Belukar |
|
|---|
| Hari Kedua, Identitas Mayat Pria di Buon Mandiri Banggai Belum Terungkap |
|
|---|
| Satnarkoba Polres Banggai Tangkap RM, Sabu 6,16 Gram Disembunyikan di Tisu dan Pembalut |
|
|---|
| Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Pesisir Buon Mandiri Banggai |
|
|---|
| Dua Gedung Milik Pemprov Sulteng di Banggai Tak Terurus, Kumuh dan Ditumbuhi Rumput Liar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/YD-A89Y89A-Y9AAJPGGG.jpg)