Gempa Palu
Gempa Susulan M6,7 Masih Berlangsung, Tercatat 466 Kali Guncangan hingga 17 Juni 2026
Gempa utama yang terjadi sebelumnya merupakan gempa tektonik dengan magnitudo 6,7.
Ringkasan Berita:
- Gempa utama bermagnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah masih diikuti aktivitas susulan yang tinggi. Hingga 17 Juni 2026 pukul 08.30 WITA, terjadi 466 gempa susulan, dan 25 di antaranya dirasakan warga.
- BMKG menjelaskan bahwa gempa ini berkaitan dengan aktivitas Sesar Sausu yang masih aktif dan sedang menyesuaikan diri setelah pelepasan energi utama.
- Gempa tersebut merupakan gempa tektonik dangkal (shallow crustal) akibat sesar normal.
TRIBUNPALU.COM - Aktivitas gempa susulan pascagempa utama bermagnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah masih terus terjadi.
Hingga 17 Juni 2026 pukul 08.30 WITA, tercatat sebanyak 466 gempa susulan, dengan 25 kejadian di antaranya dirasakan oleh masyarakat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa rangkaian aktivitas seismik ini berkaitan erat dengan pergerakan Sesar Sausu yang masih aktif dan sedang mengalami penyesuaian setelah pelepasan energi utama.
Gempa utama yang terjadi sebelumnya merupakan gempa tektonik dengan magnitudo 6,7.
Berdasarkan analisis awal BMKG, gempa tersebut tergolong sebagai gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake yang dipicu oleh mekanisme sesar normal.
Kondisi ini menunjukkan adanya gaya regangan pada kerak bumi yang menyebabkan satu blok batuan turun relatif terhadap blok lainnya.
Baca juga: Kecamatan Palolo dan Nokilalaki Paling Parah Terdampak Gempa di Sigi
Kedalaman gempa yang relatif dangkal membuat guncangan terasa kuat di permukaan.
Intensitasnya diperkirakan mencapai VIII MMI di wilayah terdekat dari sumber gempa, yang mengindikasikan guncangan kuat dan berpotensi menimbulkan kerusakan pada bangunan yang tidak tahan gempa.
Hasil analisis mekanisme sumber juga menunjukkan bahwa gempa ini sepenuhnya bersifat tektonik.
Meskipun Sesar Sausu sebelumnya lebih dikenal sebagai sesar geser, temuan terbaru mengindikasikan adanya karakteristik sesar normal yang aktif pada segmen tertentu.
Sesar ini memiliki panjang sekitar 31 x 18 kilometer dan menjadi salah satu struktur geologi penting di Sulawesi Tengah.
Lokasi gempa berada tidak jauh dari Zona Palolo Graben, yaitu kawasan regangan kerak bumi yang turut mendukung terbentuknya sistem sesar normal di wilayah tersebut.
Kondisi geologi ini memperkuat pemahaman bahwa aktivitas gempa merupakan bagian dari dinamika tektonik aktif di Sulawesi Tengah. (*)
| Kecamatan Palolo dan Nokilalaki Paling Parah Terdampak Gempa di Sigi |
|
|---|
| Gempa Susulan, Pasien RSUD Anuntaloko Parigi Dievakuasi ke Selasar Rumah Sakit |
|
|---|
| RSUD Torabelo Tetap Layani Pasien Pasca Gempa M 6,7, Tujuh Korban Luka Berat Masih Dirawat |
|
|---|
| Pelindo Pastikan TPK Pantoloan Aman Pasca Gempa M 6,7, Dermaga dan Crane Bebas Kerusakan |
|
|---|
| Gempa M 6,7 Guncang Palu dan Sekitarnya, Disdik Sulteng Imbau Siswa SMA/SMK/SLB Belajar Daring |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/dy89a-y89aaajpggaa.jpg)