Sulteng Bergerak Sebut Belum Ada Solusi dari Pemerintah Kurangi Pengangguran Pascabencana

Koordinator Sulteng Bergerak mengemukakan bahwa pemerintah selama ini tidak punya solusi agar para korban segera memiliki pekerjaan.

Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz
Koordinator Sulteng Bergerak, Adriansa Manu. Koordinator Sulteng Bergerak, Adriansa Manu mengemukakan bahwa pemerintah selama ini tidak punya solusi agar para korban segera memiliki pekerjaan. 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Koordinator Sulteng Bergerak Adriansa Manu mengemukakan bahwa pemerintah selama ini tidak punya solusi agar para korban segera memiliki pekerjaan.

Selama ini, menurutnya, para penyintas bencana 28 September 2018 masih harus mencari alternatif sendiri agar bisa bertahan hidup di pengungsian meski tak punya pekerjaan pasti.

Mereka bisa bertahan hidup sampai sekarang, menurut Adrian, itu karena mereka mencari penghasilan dengan bekerja serabutan.

"Hampir tak ada bantuan dari pemerintah. Ada juga yang dapat bantuan, tapi jumlahnya kecil-kecil, lebih banyak yang tidak dapat bantuan," kata Adrian usai berkunjung ke kamp pengungsian Balaroa, Minggu (2/6/2019).

Koordinator Sulteng Bergerak, Adriansa Manu.
Koordinator Sulteng Bergerak, Adriansa Manu. (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Ia mengatakan, korban tsunami di Kampung Lere pernah mengadukan nasibnya ke Posko Sulteng Bergerak.

Katanya, para korban saat itu tidak tahu hendak mencari beras ke mana.

Sehingga mereka memutuskan untuk mendatangi Posko Sulteng Bergerak.

"Mereka jalan kaki ke posko kami demi mendapatkan beras, karena mereka tidak tahu mau ke mana lagi agar bisa mendapat beras," ungkap Adrian.

Menurutnya, tidak adanya pekerjaan membuat para korban sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Belum lagi sebagian pengungsi memiliki anak yang masih bersekolah.

"Bisa dibayangkan bagaimana nasib anak-anak mereka nanti jika sewaktu-waktu orangtua mereka tak lagi mampu membiayai anaknya sekolah karena tak memiliki kepastian kerja," tuturnya.

Selama ini, pemerintah seakan lepas tanggung jawab dalam pemulihan korban dari keterpurukan pascabencana.

Menurutnya, definisi pulih bukan hanya pembangunan infrastruktur, seperti membangun fasilitas sosial dan fasilitas umum.

"Tetapi pulih artinya para korban telah memiliki tempat tinggal yang nyaman, aman, dan memiliki pekerjaan yang jelas," katanya.

Meski begitu, bukan berarti pembangunan fisik yang saat ini pemerintah upayakan tidak penting.

Namun, katanya yang tidak kalah penting adalah memulihkan korban dari keterpurukan yang selama ini mereka alami pascabencana.

"Para korban harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan untuk segera mendapatkan tempat tinggal yang layak, termasuk pekerjaan yang jelas," pumgkasnya.

(Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved