Menyelami Misteri Selat Malaka, Ada Kapal Hantu, Harta Karun, Hingga Kasus Perompakan
Mulai dari kapal hantu, kasus kehilangan yang tidak bisa dijelaskan, hingga harta karun, membuat Selat Malaka menjadi perairan yang penuh misteri.
Kapal itu mengalami nasib buruk ketika menabrak karang di lepas pantai Sumatera saat badai.
Tidak hanya menenggelamkan 400 orang ke dasar laut, tetapi juga harta senilai 3 miliar dolar AS.
Lebih dari 60 ton benda yang terbuat dari emas dan 200 peti berisi permata dengan berlian dan rubi tenggelam di dasar laut.
Hingga saat ini, baik puing kapal maupun harta yang berada di dalamnya tak pernah ditemukan.
Selain harta karun dan kapal hantu, Selat Malaka juga dikenal akan perompaknya yang kejam.
Artikel Time 2014 menyebut Selat Malaka sebagai 'perairan paling berbahaya di dunia'.
Dalam satu kasus, bajak laut merampas bahan bakar senilai USD 2,6 juta dari tanker Orapin 4 dalam perjalanannya dari Singapura ke Kalimantan.
Sepuluh pria bersenjata menyerbu kapal dan mengunci kru di bawah dek.
Mereka berhasil menyedot lebih dari 3.700 metrik ton bahan bakar dari kapal tanker itu ke kapal lain.
Sebanyak 41 persen dari serangan bajak laut dunia terjadi di Asia selatan antara 1995-2013.
Sementara, 43 laporan kekerasan terjadi di perairan sekitar Indonesia selama tahun 2017 saja.
Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul "Menelusuri Cerita Kelam Selat Malaka: Mulai dari Kapal Hantu, Kuburan Terapung hingga Harta Hilang."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/peta-lokasi-selat-malaka.jpg)