Rabu, 10 Juni 2026

Relasi Kim Jong Un dan Donald Trump: dari Saling Ejek hingga 'Mesra'

Pertemuan kedua Donald Trump dan Kim Jong Un di Hanoi, Vietnam menjadi babak baru bagi hubungan kedua pemimpin negara tersebut.

Tayang:
Editor: Imam Saputro
Next Shark
Kolase Donald Trump dan Kim Jong Un 

BACA JUGA:

Media Korut Tulis Rakyat Sudah Rindu dengan Kim Jong Un

Kim Jong-un Pilih Naik Kereta 60 Jam untuk Temui Donald Trump di Hanoi, Mengapa tak Naik Pesawat?

Namun, sejumlah kritikus mengingatkan, langkah yang diambil Donald Trump untuk segera mencapai kesepakatan dengan Kim Jong Un bisa saja membuatnya memberikan terlalu banyak hal, terlalu cepat, dan membahayakan sekutu Amerika Serikat, Korea Selatan dan Jepang.

Ini dapat dilihat dari pertemuan Kim Jong Un dan Donald Trump di Singapura lalu.

Secara mengejutkan, Donald Trump membuat keputusan untuk menangguhkan latihan militer dengan Korea Selatan, hal yang sangat-sangat diinginkan oleh Korea Utara.

Sementara, pihak Washington menginginkan Kim Jong Un untuk mengungkap fasilitas nuklir utamanya di Yongbyon, Korea Utara, mengizinkan inspeksi internasional, atau menyerahkan aset nuklirnya.

Sebagai imbalan, Donald Trum0p diyakini untuk mempertimbangkan antuan dari sanksi internasional yang tangguh.

Membuka kantor penghubung diplomatik adalah kemungkinan konsesi AS lainnya.

Kemungkinan lain adalah deklarasi bersama untuk mengakhiri Perang Korea - suatu isyarat simbolis yang dikhawatirkan sejumlah analis akan mengganggu keseimbangan kekuatan di wilayah perebutan pengaruh AS dan China.

Namun, mereka yang mendorong dipersempitnya kebijakan luar negeri AS di seluruh dunia akan menyambut baik langkah tersebut.

"Jika Anda mengakhiri deklarasi perang, saya pikir itu adalah hal yang sangat penting secara simbolis karena bisa mengubah mentalitas," Daniel Davis, di think tank Defense Priorities yang bermarkas di Washington, mengatakan kepada AFP.

Dan Donald Trump layak mendapatkan pujian, katanya.

"Kamu tidak bisa mengabaikan fakta, dia adalah satu-satunya dari sembilan presiden Amerika terakhir yang bahkan bisa mencapai titik ini (rekonsiliasi dengan Korea Utara, red). Tidak ada orang lain yang melakukan pembahasan ini, tidak ada orang lain yang mencapai pertemuan semacam ini."

(TribunPalu.com/Rizki A. Tiara)

Sumber: Tribun Palu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved