Antisipasi Pedofilia, YouTube Tutup 400 Channel dan Matikan Kolom Komentar
Telah menutup 400 channel YouTube berkonten eksploitasi anak, kini pihaknya menutup kolom komentar di platform anak di bawah 13 tahun.
TRIBUNPALU.COM - Sebanyak 400 channel berkonten eksploitasi anak telah ditutup YouTube, kini situs web berbagi video tersebut terus berupaya meminimalisir tindak asusila dari para pengidap pedofilia.
Menindaklanjuti kasus beredarnya komentar para pedofilia, kini YouTube akan menutup kolom komentar.
Hal tersebut akan berlaku pada video yang menampilkan anak di bawah 13 tahun.
Tujuannya untuk mencegah para pedofil untuk menuliskan komentar yang tak senonoh di channel tersebut.
Dikutip dari Kompas.com, CEO YouTube, Susan Wojcicki mengatakan bahwa pihaknya akan terus menjamin keamanan anak-anak pada konten YouTube.
"Tak ada yang lebih penting bagi kami selain memastikan keamanan anak-anak di platform kami," ujar Susan Wojcicki.
Hal ini adalah upaya yang dilakukan atas laporan seorang pengguna bernama Matt Watson.
Melalui videonya yang berdurasi 20 menit itu, Matt Watson memperlihatkan bagaimana aksi pedofil mengancam keamanan anak-anak.
Komentar para pedofil itu biasanya terjadi karena adanya pancingan dari komentar satu orang pedofil saja.
Sehingga, dengan satu komentar vulgar itu, menjadikan konten tersebut jadi ladang bagi para pedofil.
Padahal jika dilihat, konten anak tersebut sama sekali tidak berunsur pornografi.
Sebagian video bahkan hanya didominasi konten anak kecil bermain dan berolahraga.
Selain berbahaya bagi anak-anak, adanya pedofilia dan pelakunya juga membuat YouTube mengalami kerugian.
Banyak di antara mitra iklan seperti Nestle, Epic Games, GNC, Walt Disney, dan lainnya menghentikan atau bahkan mencabut iklan mereka dari YouTube.
Kerugian besar ini membuat YouTube bertindak tegas untuk mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat dan pengiklan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/youtube-channel.jpg)