Terkini Palu

Batal Ditetapkan oleh Pemkot Palu, Data Pengungsi Tahap 3 Masih Divalidasi Kembali

Pemerintah Kota Palu batal menetapkan data jumlah pengungsi korban bencana alam 28 September 2018.

Penulis: Haqir Muhakir |
TRIBUN LAMPUNG/Perdiansyah
Warga kelurahan Balaroa melakukan aktivitas sehari-hari di posko pengungsi Kelurahan Duyu Kecamatan Tatanga kota Palu Kamis 25 Oktober 2018. 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Pemerintah Kota Palu batal menetapkan data jumlah pengungsi korban bencana alam 28 September 2018.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bappeda Kota Palu Arfan, Jumat (1/3/2019).

Jelasnya, di Kota Palu ada tujuh Kelurahan yang meminta penundaan penetapan jumlah pengungsi tahap 3, karena ada penambahan jumlah pengungsi.

"Kita minta ini dilakukan pengecekan kembali," ujarnya.

Jangan sampai kata dia, yang dimasukkan dalam data pengungsi itu ternyata tidak memenuhi syarat sebagai pengungsi

Penyintas yang tinggal di Hunian Sementara Banua Petobo, Jumat (1/3/2019).
Penyintas yang tinggal di Hunian Sementara Banua Petobo, Jumat (1/3/2019). (Muhakir Tamrin/Tribun Palu)

Rekap Baru Dirampungkan, Ini Jumlah Terbaru Korban Terdampak Bencana di Kota Palu

"Termasuk data-data sebelumnya yang sudah dimasukkan, kita minta divalidasi kembali," terangnya.

Rencana, penetapannya itu paling lambat akan dilakukan pada Senin tanggal 3 Maret 2019 pekan depan.

Tecatat, pada penetapan jumlah pengungsi tahap 2, jumlah pengungsi di Kota Palu sebanyak 40.000 jiwa tersebar di semua kecamatan se Kota Palu.

Besar kemungkinan jumlah itu akan bertambah, atau justru berkurang.

Update jumlah korban gempa di Kota Palu

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palu, Arfan mengatakan, pihaknya sudah menetapkan jumlah korban jiwa maupun rumah rusak akibat bencana alam 28 September 2018.

Dalam penetapan tahap 2, jumlah korban jiwa dan rumah rusak mengalami peningkatan.

Yaitu untuk rumah rusak, ini bertambah dari sebelumnya 42.864 menjadi 55.102 rumah.

Total rumah rusak di tahap 2 mengalami peningkatan sebesar 12.238 rumah.

Suasana Kampung Petobo pascagempa dan tsunami di kawasan Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10/2018)
Suasana Kampung Petobo pascagempa dan tsunami di kawasan Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10/2018) (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

"Ketambahan 12.238 rumah di tahap 2 Itu, terbagi atas 2.422 rusak berat, 3.200 rusak sedang, 3.785 rusak ringan, dan 2.831 hilang," ujarnya, Jumat (1/3/2019).

Sedangkan untuk korban jiwa tahap 2 lanjutnya, ada ketambahan 515 orang.

Yaitu meninggal dunia bertambah 476 orang, hilang bertambah 39 orang.

Pada tahap 1, jumlah korban jiwa sebanyak 3.679 orang, terbagi atas meninggal dunia 2.132 orang dan hilang 531 orang.

Serta yang dikebumikan tidak terindentikasi 1.016 orang. Dikaebumikan di TPU Poboya dan TPU Pantoloan Boya

"Ini akan kami serahkan hari ini ke Dinas PU untuk dilakukan proses selanjutnya. Sehingga mereka akan bisa mendapatkan dana santunan duka," terangnya.

Data tahap 2 yang telah ditetapkan itu kata Arfan, adalah data final, dan tidak akan ada lagi penetapan selanjutnya untuk korban jiwa dan rumah rusak.

Perampungan data rumah rusak dan korban jiwa itu penting dilakukan.

Kepala Bappeda Kota Palu Arfan
Kepala Bappeda Kota Palu Arfan (TRIBUNPALU.COM Muhakir Tamrin)

 Peneliti Ungkap, Jepang Berpeluang Dilanda Gempa Bumi Besar Lagi dalam Waktu 30 Tahun ke Depan

Karena dari data tersebut pemerintah akan mengucurkan dana stimulan perbaikan rumah dan dana santunan duka.

Sebab, salah satu kendala belum tersalurkannya kedua jenis dana oleh BNPB, yaitu karena belum adanya data valid dari pemerintah daerah.

(tribunpalu.com/Muhakir Tamrin)

Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved