Tanggapan Pemprov Sulteng terkait Penolakan Tanggul di Teluk Palu

Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, meminta agar rencana pembangunan tanggul di Teluk Palu sepanjang tujuh kilometer tidak dihalangi

Tanggapan Pemprov Sulteng terkait Penolakan Tanggul di Teluk Palu
TribunPalu.com/Muhakir Tamrin
Kondisi salah satu pesisir pantai Teluk Palu, di lokasi penggaraman Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kamis (11/4/2019) pagi. 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Sebagai mitra pemerintah dalam rekonstruksi pascabencana di Provinsi Sulawesi Tengah, Japan International Cooperative Agency (JICA), merekomendasikan pembangunan tanggul di Teluk Palu.

Tanggul Teluk Palu itu akan menjadi penahan ombak tinggi atau tsunami.

Namun, sebagain warga di Provinsi Sulteng menolak pembangunan Tanggul Teluk Palu tersebut.

Menanggapi hal itu, Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, H Longki Djanggola, meminta agar rencana pembangunan tanggul di Teluk Palu sepanjang tujuh kilometer tidak dihalangi.

Menurut H Longki Djanggola, pembangunan tanggul sebagaimana direkomendasikan JICA itu, demi kebaikan masyarakat, terutama yang bermukim tidak jauh dari pesisir pantai Teluk Palu.

“Pembangunan tanggul laut di sepanjang Teluk Palu sudah direncanakan, dananya sudah siap, jadi jangan dihalangi lagi,” ujarnya, Rabu (10/4/2019) malam.

Meski demikian, rencana pembangunan tanggul itu bukan satu-satunya prioritas dalam rencana merekontruksi pascabencana.

Karena, pembangunan tanggul itu dibarengi penanaman mangrove.

H Longki Djanggola mengatakan penanaman mangrove ditanam dibangian depan tanggul.

Menurutnya, rencana itu diyakini mampu menahan gelombang tsunami.

Halaman
12
Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved