Simak Tips Mengajarkan Puasa Ramadan Bagi Anak, Harus Sabar dan Bertahap

simak tips mengajarkan ibadah puasa ramadan kepada anak tercinta, haru dilakukan dengan sabar, menyenangkan, dan bertahap.

Simak Tips Mengajarkan Puasa Ramadan Bagi Anak, Harus Sabar dan Bertahap
TRIBUN JATENG/Hermawan Handaka
Bulan Ramadhan yang dikenal sebagai bulan penuh rahmat bagi umat Islam bisa dijadikan moment yang tepat untuk mengajarkan anak berpuasa. Di Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim sehingga bulan Ramadhan akan benar-benar terasa kekhusyu'an untuk menjalankan ibadah Ramadhan. 

Simak tips mengajarkan ibadah puasa ramadan kepada anak tercinta, haru dilakukan dengan sabar, menyenangkan, dan bertahap.

TRIBUNPALU.COM - Karena bagian dari ibadah wajib, banyak orangtua yang mencoba mengenalkan puasa pada anak.

Hanya saja, caranya kadang kurang tepat sehingga tidak membuat anak cinta puasa.

Kesalahan di bawah ini sebaiknya tak dilakukan ya.

1. Tidak Dilakukan dengan Menyenangkan 

Saat mengajarkan berpuasa pada si prasekolah, ajaklah dengan cara menyenangkan.

Pilih kata-kata positif, tidak menyuruh, tidak membentak dan jangan membuat anak terpaksa melakukannya.

Jika buah hati masih susah dibangunkan sahur, tak perlu dipaksa.

Tip buat Mama, jika anak sudah tertarik melakukan puasa, di malam sebelumnya, kita harus sudah memberi tahu bahwa ia harus bangun lebih awal untuk melakukan sahur bersama.

Lalu, agar anak tidak susah dibangunkan sahur, minta ia untuk tidur lebih cepat dari biasanya,

Ingat, hal yang terpenting agar anak mau belajar berpuasa adalah member stimulasi dengan hal-hal yang menyenangkan dan jangan pernah memaksa atau menyuruhnya.

Ingat, di usia prasekolah, puasa sifatnya hanyalah pengenalan.

Oleh sebab itu, bebaskan anak melakukan puasa atas kemauannya sendiri.

2. Hindari Meminta Anak untuk Berpuasa Secara Full.

Orang tua perlu ajarkan anak berpuasa sejak dini, bisa dimulai dengan perlahan hingga beri penghargaan bila berhasil. 

Jangan langsung meminta anak berpuasa secara full.

Dari Subuh sampai Magrib, meski secara fisik anak terlihat mampu.

Mama sebaiknya mengajarkan puasa secara bertahap.

Misalnya berpuasa 3—4 jam.

Lalu ketika Mama merasa si prasekolah cukup kuat berpuasa, lanjutkan hingga pukul 10.00 lagi, perpanjang secara bertahap hingga pukul 12.00 (waktu zuhur).

Lakukan ini di tahun pertama puasanya.

Penerapan secara bertahap ini merupakan salah satu proses pembelajaran bagi anak.

Bila ditambah dengan informasi mengenai manfaat dan pengertian puasa dari orangtua, diharapkan di tahun berikut, anak akan mau dengan sendirinya untuk melakukan puasa seharian penuh.

3. Lupa Menghargai usaha Anak Sekalipun Ia Gagal.

Sering kali si prasekolah mengatakan ia ingin berpuasa sehari penuh, tapi ternyata puasanya “bolong”. Karena menjelang siang, ia sudah minta makan. Jangan patahkan semangatnya dan mengejek "kekalahannya".

Tetap hargai usahanya untuk berpuasa, sambil terus dibimbing untuk melakukan puasa yang benar.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ajarkan Anak Puasa, Ini Tips Saat si Kecil Susah Dibangunkan untuk Sahur

Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved