Senyum Bahagia Keluarga Pasien Bibir Sumbing di Palu
Harniah, Ibu Alriwansah, berterima kasih atas kegiatan sosial operasi bibir sumbing untuk mengembalikan senyum anaknya.
Senada dengan Rahma, juga diungkapkan oleh orang tua pasien lainnya, Wulandari Agustianingsih (20) warga Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikolore, Kota Palu.
Ibu dari pasien bernama Adidah (4 bln) ini, berharap agar kegiatan sosial Polda Sulteng terus berlanjut.
Agar anak-anak penderita bibir sumbing dan celah langit-langit bisa disembuhkan.
Kata dia, kelainan yang diderita Adidah membuat ia tidak bisa menyusu.
Sejak lahir, Adida hanya minum susu menggunakan botol minum alias dot.
"Dia kan tidak ada langit-langitnya, makanya kesulitan menyusu," terangnya.
"Kami mengetahui kondisinya begini saat lahir, saya sempat kebingungan shok, tinggal sabar saja, kalau ini rezeki yang diberi dan harus diterima," tambahnya.
• Enam Cara Agar Bibir Tidak Kering di Siang Hari saat Puasa Ramadan
Untuk diketahui, sebanyak 22 penderita celah bibir dan celah langit-langit yang menjalani opersi di Rumah Sakit Bhayangkara Palu, sejak Selasa (18/2019).
Bakti sosial ini ialah dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 73.
Pada pelaksanaan operasi ini, Biddokkes Polda Sulteng dan pihak Rumah Sakit menyiapkan sedikitnya enam dokter ahli bedah. (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/alriwansah-didampingi-ibunya-harniah-sebelum-menjalani-opersi-bibir-sumbing.jpg)