Senyum Bahagia Keluarga Pasien Bibir Sumbing di Palu
Harniah, Ibu Alriwansah, berterima kasih atas kegiatan sosial operasi bibir sumbing untuk mengembalikan senyum anaknya.
TRIBUNPALU.COM, PALU - Orang Tua Alriwansah (5), kini dapat tersenyum.
Anak ketiganya yang menderita bibir sumbing kini tidak minder lagi bertemu dengan teman-temannya.
Harniah, Ibu Alriwansah, berterima kasih atas kegiatan sosial operasi bibir sumbing untuk mengembalikan senyum anaknya.
Warga Desa Bale, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala ini, ialah seorang petani.
Ia mengaku sangat berat membawa anaknya menjalani operasi bibir sumbing dengan biaya sendiri.
"Kami sekeluarga sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini," katanya kepada TribunPalu.com, Rabu (19/6/2019).
Menurutnya, dengan adanya kegiatan ini, bisa mengembalikan senyum anak-anak yang dulunya minder bergaul dengan teman-temannya.
"Kalau sudah dioperasi kan, pasti anak kami tidak minder lagi bermain dengan temannya," ujarnya.
Kata Harniah, anaknya tidak seperti penderita lainnya yang mengalami kesulitan makan.
Alriwansah sebelumnya ikut program operasi bibir 2018 lalu, namun karena usiannya masih tiga bulan, terpaksa harus ditunda.
"Dokter bilang, umurnya belum memenuhi syarat," tuturnya.
• Polda Sulteng Siapkan Enam Dokter Ahli untuk Operasi Bibir Sumbing dan Langit-langit
Hal yang sama diungkapkan Rahma (24), orang tua Muhammad Hildan (1), warga Kabupaten Tolitoli.
Ia berharap operasi seluruh pasien, terkhusus anaknya bisa berjalan lancar.
Ibu, Hildan, Rahma, sebelumnya menderita celah langit-langit, namun sudah menjalani operasi beberapa waktu lalu.
"Saya ingin kondisi fisik anak saya ini tidak mengganggunya saat bergaul, begitu juga kalau sudah sekolah nanti," harapnya.
• Sambut HUT ke 73 Bhayangkara , Polda Sulteng Operasi Puluhan Penderita Celah Bibir dan Langit-Langit
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/alriwansah-didampingi-ibunya-harniah-sebelum-menjalani-opersi-bibir-sumbing.jpg)