Breaking News:

Kabar Politik

Acara Pernyataan Sikap Relawan Prabowo-Sandi Ricuh, Ini Tiga Penyebab Kesalahpahaman Antarpendukung

Berikut tiga alasan kericuhan yang terjadi pada acara Pernyataan Sikap dan Konsolidasi Relawan dan Pendukung Prabowo-Sandi Pasca Putusan MK.

Tribunnews.com/ Fitri Wulandari
Relawan dan Pendukung Prabowo-Sandi disela pembacaan pernyataan sikap di D Hotel, Jakarta Selatan, Selasa (2/7/2019), terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK). 

Ternyata, daftar hadir tamu tersebut telah diamankan oleh salah satu panitia acara saat kericuhan terjadi.

Kedua, pihak Irsyad Ahmad Alaydrus mempermasalahkan adanya surat berisi dukungan relawan terhadap pasangan presiden dan wakil presiden terpilih.

Sebab sebagian tamu tidak kebagian salinan surat tersebut.

"Yang dipermasalahkan bukan poin pernyataan di dalamnya, tapi karena sebagian tamu tidak mendapat salinan surat dukungan tersebut," ujarnya.

Akibatnya, salah seorang panitia, Nur Laela, mewakilkan diri untuk membacakan surat itu agar dapat didengar seluruh tamu yang hadir untuk disetujui atau tidak disetujui.

"Mendengar surat itu dibacakan di depan, mereka yang tidak mendapat salinan langsung protes karena menyangka itu sudah diputuskan tanpa persetujuan mereka," ujar Anhar.

Poin ketiga yang dipermasalahkan, menurut Irsyad Ahmad Alaydrus, adalah adanya sumbangan Rp 10 juta oleh pihak yang belum diketahui siapa yang memberikannya.

Atas kejadian ini, Irsyad Ahmad Alaydrus sempat salah paham dengan Anhar.

Ia menduga acara tersebut dibuat oleh pihak yang menginginkan perpecahan di antara pendukung Prabowo-Sandiaga Uno.

"Tapi di dalam, ternyata pak Anhar mengaku kurang mengenal orang tersebut," ujarnya.

Luhut soal Rencana Pertemuan Jokowi-Prabowo: Semua Ada Waktunya

Kronologi kejadian kericuhan

Sementara itu dilaporkan Tribunnews.com, relawan dan pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02 ini terlibat adu pendapat ketika menggelar acara pembacaan 'Pernyataan Sikap dan Konsolidasi Relawan dan Pendukung Prabowo-Sandi Pasca Putusan MK' di D Hotel, Jakarta Selatan, Selasa (2/7/2019).

Pernyataan sikap yang dibacakan seorang relawan memicu terjadinya perbedaan sikap antara relawan dan pendukung.

Ada poin berisi sikap yang dinilai tidak sesuai oleh relawan atau pendukung lainnya.

Sejumlah orang yang hadir menyatakan tidak setuju dengan pernyataan sikap yang dibacakan.

"Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) bersifar final dan mengikat, tidak ada upaya hukum lain yang bisa menganulir keputusan MK tersebut," ujar seorang relawan saat membacakan pernyataan sikap.

"Menyadari hal itu, kami dari Koalisi Relawan dan Pendukung Prabowo-Sandi menerima keputusan tersebut," lanjut relawan itu.

Adu argumen untuk menolak pun dimulai saat poin tersebut dibacakan.

Namun, relawan tetap membacakan poin selanjutnya.

"Kami menganggap pesta demokrasi tahun 2019 ini telah selesai dengan adanya keputusan MK ini, seluruh rakyat Indonesia tinggal menunggu pelantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden KH Maruf Amin, sebagaimana KPU pun telah menetapkannya," kata relawan.

Hingga akhirnya perbedaan pendapat pun terjadi, lantaran sejumlah pendukung maupun relawan yang hadir menolak pernyataan itu.

Menurut mereka, apa yang disampaikan bukan bagian dari pernyataan sikap yang seharusnya dibacakan.

"Itu bukan sikap relawan, tolak, tolak," teriak mereka.

Tonton videonya di sini:

(TribunPalu.com/Kompas.com/Tribunnews.com)

Penulis: Isti Tri Prasetyo
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved