Kejari Palu Musnahkan Barang Bukti Narkotika hingga Kosmetik Ilegal

Proses pemusnahan barang bukti narkotika dilakukan dengan cara diblender lalu dibuang ke kloset.

Kejari Palu Musnahkan Barang Bukti Narkotika hingga Kosmetik Ilegal
Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz
Pemusnahan barang bukti di Kejari Palu, Selasa (2/7/2019). 

TRBUNPALU.COM, PALU - Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu kembali melakukan pemusnahan barang bukti, Selasa (2/7/2019).

Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 70 perkara tindak pidana narkotika dan tiga tindak pidana kesehatan, di mana semuanya telah berkekuatan hukum tetap.

Kejari Palu memusnahkan narkotika jenis sabu-sabu seberat 1.193 gram, THD 2.721 tablet, ganja 1, 07854 gram, 11 butir ekstasi, satu butir tablet MDMA, dan 3 butir obat gastrul serta ratusan kosmetik berbagai jenis dan merek ilegal.

Proses pemusnahan barang bukti narkotika dilakukan dengan cara diblender lalu dibuang ke kloset. 

Pemusnahan barang bukti di Kejari Palu, Selasa (2/7/2019).
Pemusnahan barang bukti di Kejari Palu, Selasa (2/7/2019). (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Sementara kosmetik dibakar agar tidak dapat dipergunakan lagi.

Proses pemusnahan barang bukti ini berlangsung di halaman kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu, Jalan Mohamad Yamin Palu. 

Turut hadir dalam kegiatan itu, Plt Dinas Kesehatan Dr Huzaema, Kasi Farmasi Titi Hapsari, Wakapolres Palu Basrum, Kasat Pol PP Nathan Pasangon, dan Waka PN Palu Paskatu.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu, Subeno, mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan ditaksir miliaran rupiah.

"Perkara narkotika dengan terdakwa, Deni bersama kawan-kawan Ko' Ade dan Handoko, yang paling besar dengan berat sabu, 70, 18022 gram, " katanya.

Pihak Kejari Palu, kata Subeno, melakukan empat kali pemusnahan selama satu tahun per tiga bulan.

Pemusnahan barang bukti di Kejari Palu, Selasa (2/7/2019)
Pemusnahan barang bukti di Kejari Palu, Selasa (2/7/2019) (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

"Kebetulan yang kita musnahkan ini triwulan yang ke dua, jadi tenggak waktunya yang amar putusannya dari bulan maret sampai juni, itu yang sudah mempunyai hukum tetap," ujarnya.

Menurutnya, jika dibandingkan dari triwulan 1 ke triwulan 2 tahun 2019, barang bukti yang dimusnahkan menurun dari segi jumlah.

Meskipun dari 2018 tercatat begitu banyak, namun pihak Kejari Palu belum bisa memastikan angka apakah naik atau turun.

Pasalnya, pemusnahan baru dilakukan dua kali selama tahun 2019.

"Pun kami belum bisa menaksirkan berapa jumlah nominal kerugian," pungkasnya. (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Penulis: Faiz Sengka
Editor: Rohmana Kurniandari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved