Sulteng Hari ini

Sulteng Hari Ini: Laporkan Yahdi Basma Sebagai Penyebar Hoax, Gubernur Longki: Saya Dilecehkan

Longki berpendapat, bahwa yang dilakukan Yahdi Basma dengan menyebarluaskan berita hoax 'Longki Biayai People Power'itu mendeskritkan pribadinya

Sulteng Hari Ini: Laporkan Yahdi Basma Sebagai Penyebar Hoax, Gubernur Longki: Saya Dilecehkan
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Gubernur Provinsi Sulteng H Longki Djanggola, memberikan keterangan kepada wartawan usai menemui penyidik Polda Sulteng, Jumat (5/7/2019) siang. 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah H Longki Djanggola, mendatangi Markas Kepolisian Daerah Provinsi Sulteng, Jumat (5/7/2019) siang.

Kedatangan Gubernur Longki itu untuk mempertegas dan mempertajam kembali aduan yang disampaikannya pada 19 Mei 2019 lalu.

Dengan laporan polisi yang dibuatnya itu, status perkara bisa meningkat dari delik aduan menjadi laporan yang ditindaklanjuti dengan penyidikan oleh polisi.

Setelah membuat laporan polisi di ruang sentra pelayan masyarakat di Mapolda Sulteng, Gubernur Longki, kemudian memberikan keterangan pada penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulteng.

Terkait Hoaks People Power di Sulteng, Ini Alasan Gubernur Longki Laporkan Politisi Nasdem ke Polisi

Seusai memberikan keterangan kepada penyidik, Gubernur Sulteng H Longki Djanggola kemudian membeberkan alasan kedatangannya di Mapolda Sulteng itu.

Dalam kunjungan tersebut, Longki melaporkan Yahdi Basma sebagai salah seorang kader Partai Nasdem yang saat ini menjabat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulteng.

Hal itu merupakan pengerucutan dari aduan Gubernur Longki pada Mei 2019 lalu, yang mengadukan 3 nama penyebar hoax, yakni Daniel Q, Muhamad Hasan, dan Yahdi Basma.

"Tapi laporan kali ini saya lebih fokus melaporkan Yahdi Basma, karena dialah yang meneruskan ke semua grup grup WA, menyebarluaskan," jelas Gubernur dua periode tersebut.

Palu Hari Ini: Penundaan Penetapan Calon Terpilih Anggota DPRD Palu Kecewakan Peserta Pemilu

Adapun kata Longki, tuduhan yang disampaikan pada laporan yang dibuat hari ini, yaitu pencemaran nama baik dan penyebaran berita hoax.

Selain kepada penyidik, Gubernur Sulteng juga sempat bertemu dengan Kapolda Sulteng Lukman Wahyu Hariyanto.

Kepada penyidik dan Kapolda, Gubernur Longki berharap kasus tersebut segera ada proses sampai penyelesaiannya.

"Karena saya sebagai gubernur, sangat dilecehkan, wibawa saya sebagai gubernur betul-betul sangat dihina dengan ungkapan dia, bahwa seolah-olah saya membiayai people power itu," ungkap Longki mantan Bupati Parimo tersebut.

Longki berpendapat, bahwa yang dilakukan Yahdi Basma dengan menyebarluaskan berita hoax 'Longki Biayai People Power' bermaksud mendeskritkan pribadi Longki.

" Biar saya tidak boleh berbuat apa-apa, tetapi sebagai seorang yang betul jantan, dan sebagai seorang politisi, saya kira tidak usah seperti itulah," tandasnya.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved