Selasa, 28 April 2026

Sulteng Hari Ini

Sulteng Hari Ini: Tanam Pohon Butun, Warga Pesisir Donggala Bertekad Ciptakan Desa Tangguh Bencana

Pembuatan vegetasi penahan gelombang laut sebelumnya sudah dikerjakan warga Dusun 3 desa itu bersama sejumlah pegiat arsitek komunitas

Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz
Penanaman pohon butun di Desa Tompe, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah 

TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - Bencana gempa dan tsunami memang menyisakan sejumlah kerusakkan dan luka yang mendalam.

Saat ini, terhitung hampir sembilan bulan lamanya pascabencana yang memporak-porandakan pesisir bahkan perkotaan sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah.

Sejumlah warga desa bersama komunitas arsitek, perlahan mulai membenahi kawasan pesisir berbasis mitigasi bencana dengan pendekatan lingkungan.

Salah satunya dengan menanaman bibit pohon butun sebagai vegetasi penahan rob dan tsunami, Sabtu (13/7/2019).

Palu Hari Ini: Dilaporkan Hilang Sejak Rabu, Gadis 13 Tahun Ini Akhirnya kembali ke Keluarganya

Desa Tompe, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah ini, adalah salah satu wilayah yang terdampak parah akibat gempa bumi dan tsunami 28 September 2018 silam.

Pembuatan vegetasi penahan gelombang laut sebelumnya sudah dikerjakan warga Dusun 3 desa itu bersama sejumlah pegiat arsitek komunitas sejak Minggu,7 Juli 2019 kemarin.

Untuk mendapatkan bibit pohon butun tersebut, warga mengambilnya di pesisir pantai Parimpi di Desa Salupene yang berjarak 3 kilometer dari dusun mereka.

"Kalau ambil bibit, kami harus menggunakan perahu ke desa seberang," ujar salah satu warga Desa Tompe, Tasman.

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga turut dalam aksi ini.

Sebanyak 79 bibit dikumpulkan warga dari lokasi yang menjadi tempat tumbuh liarnya tanaman bernama latin Brringtonia Asiatica ini.

Gara-gara Kue, Legislator PAN Bulukumba Robek Daftar Hadir Dewan Lalu Tinggalkan Rapat

Penanaman bibit butun di pesisir Dusun 3 pun menjadi kegiatan bersama yang edukatif termasuk bagi anak-anak dan perempuan di wilayah itu.

Warga berharap, bibit-bibit yang ditanam ini, menjadi pelindung daerah mereka dari ancaman bencana seperti yang pernah terjadi pada 28 september lalu yang merusak ratusan rumah.

Tanaman Butun, atau biasa disebut Butu oleh warga setempat, dipilih untuk ditanam karena memiliki akar yang kuat dan dapat tumbuh besar.

Dengan daun dan dahan yang lebat, pohon tersebut mudah tumbuh sehingga dinilai cocok sebagai penahan ombak.

Tasman mengungkapkan, desa mereka saat ini kerap dilanda banjir rob akibat gempa tahun 2018 lalu.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved