Update Terbaru Gempa Bumi di Halmahera, BNPB Sebut Jumlah Korban Masih Bertambah

Hingga Rabu (17/7/2019) hari ini, jumlah korban masih terus bertambah akibat gempa Halmahera yang terjadi pada Minggu dan Senin (14-15/7/2019).

Twitter/BNPB_Indonesia
Kondisi pasca kejadian gempa di Desa Kurunga Halmahera Selatan Maluku Utara 

Rumah rusak

Menurut informasi BNPB melaluilaman resminya, BPBD setempat melaporkan sejumlah 971 rumah rusak berat atau RB.

Kerusakan terbanyak di Desa Gane Luar, Kecamatan Gane Barat dengan jumlah 380 unit.

Kerusakan dengan kategori RB pada rumah juga teridentifikasi di Desa Rangga Rangga  300 unit, Lemo Lemo 131, Tomara 90, Kua 30, Luaro 22, Caitu 10, Sawat 6 dan Tanjung Jere 2. Kerusakan berat (RB) pada infrastruktur bangunan mencakup gedung sekolah 6 unit, masjid 2, gereja 1, polindes 1, paud 1, dan rumah guru 1.

Jumlah korban meninggal bertambah 2 orang, total jumlah korban meninggal menjadi 4 orang.

3 orang dari kec. Gane Timur Selatan dan 1 orang dari kec. Game Barat Selatan.

Pascagempa pengungsian terjadi di beberapa titik di Kota Labuha, Halmahera Selatan, seperti kantor BPBD Halmahera Selatan, Dinas Pariwisata,

Polres, Masjid Raya, aula kantor Bupati, halaman Lembaga Pemasyarakatan, SMEA Amasing, dan Gunung Bobebo. Estimasi jumlah pengungsi mencapai 1.104 orang.

Jumlah tersebut belum termasuk dari Kecamatan Gane Brat dan Gane Timur.

Dalam akun resmi Twitter BNPB @BNPB_Indonesia, dituliskan informasi terbaru jumlah pengungsi:

Jumlah pengungsi telah mencapai 3. 104 jiwa yang tersebar di 15 titik pengungsian, diantaranya kantor BPDB Halmahera Selatan, Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Selatan, Polres Kabupaten Halmahera Selatan, Mesjid Raya, Kantor Lembaga Pasyarakatan Halsel, SMEA Amazing, G. Bobebo

Hingga kini upaya penanganan darurat terus dilakukan. Tim terpadu Kabupaten Halmahera Selatan yang melibatkan TNI, Polri, BPBD, SAR, Dinkes, Dinsos, PUPR, Satpol PP, BMKG dan PMI berangkat menuju wilayah Gane dan Bacan bagian Timur atau di daerah-daerah yang terkena dampak gempa.

Tim melakukan pendataan kerusakan bangunan dan korban serta pendistribusian bantuan logistik berupa terpal, tikar, makanan, minuman dan obat-obatan. Kebutuhan mendesak berupa beras, air mineral, makanan siap saji, tikar, matras, selimut, terpal, dan popok bayi.

Mulan Jameela hingga Ponakan Prabowo Ajukan Gugatan ke Partai Gerindra

Seleksi CPNS 2019 dan Lowongan PPPK segera Dibuka, BKN Minta Calon Peserta Siapkan 5 Dokumen Ini

Sejauh ini Pemerintah Halmahera Selatan telah membentuk pos komando (posko) untuk melakukan penanganan darurat.

Dapur umum yang dioperasikan pemerintah daerah (pemda) yang dibantu TNI dan Polri untuk melayani 9 pos pengungsian di Kota Labuha. Pemerintah setempat menetapkan masa tanggap darurat selama 7 hari, terhitung 15 - 21 Juli 2019. 

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved