Perubahan Iklim
Perubahan Iklim, Eropa Hadapi Gelombang Panas yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Memasuki akhir bulan Juli 2019, Benua Eropa menghadapi gelombang panas yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Inggris mengalami temperatur udara tertinggi kedua pada Kamis (25/7/2019) siang, mencapai 37,7 derajat Celsius.
Ramalan cuaca Inggris mengatakan, suhu kemungkinan semakin meningkat dan melebihi rekor tertingginya, 38,5 derajat Celsius.
Sementara itu, Kota Bordeaux di Prancis mengalami suhu tertinggi pada Selasa (23/7/2019) yang mencapai 41,2 derajat Celsius.
Beberapa kota lain di Prancis, termasuk Paris, telah mengeluarkan larangan penggunaan kendaraan di pusat kotanya untuk mengurangi polusi.
Luksemburg dan Swedia juga mengalami temperatur udara yang mencapai lebih dari 30 derajat Celsius.
Sementara itu, juru bicara badan meteorologi Jerman DWD mengatakan, "Sebagai seorang ahli meteorologi, saya belum melihat hal semacam ini sebelumnya."
Selain itu, gelombang panas juga mengakibatkan setidaknya empat orang tewas.
Kepolisian Metropolitan Inggris mengatakan, pihaknya menemukan dua jasad laki-laki yang berenang di Sungai Thames.
Mereka juga masih melakukan pencarian satu orang pria lagi yang hilang di sungai tersebut.
Polisi juga menemukan jasad di waterpark di Gloucestershire, Inggris barat daya pada Selasa (23/4/2019).
Kasus kematian saat berenang cenderung meningkat pada suhu panas yang ekstrem ketika orang memasuki perairan, seperti Sungai Thames, yang jarang digunakan untuk berenang.
Air yang suhunya lebih dingin dapat menyebabkan syok dan berisiko kematian.
• Perubahan Iklim Sebabkan Bulan Juni 2019 Alami Suhu Global Tertinggi, Gelombang Panas Landa Eropa
Pihak Kepolisian Metropolian telah memperingatkan warga untuk tidak berenang di sungai yang membelah Kota London tersebut, meskipun air sungai terlihat menggoda, terutama saat cuaca panas seperti sekarang ini.
Sementara itu, sebenarnya Sungai Thames juga sepanjang tahun berbahaya untuk berenang.
Kantor Meteorologi Inggris (UK Met Office) telah meminta warga untuk mengawasi orang-orang yang rentan terhadap suhu panas ekstrem, seperti lansia.
Serta mengimbau untuk menghindari paparan sinar matahari secara langsung.
Perusahaan kereta juga mengurangi layanannya untuk mencegah jalur rel melengkung karena panas ekstrem.
Perlu diketahui, bulan Juni 2019 lalu telah tercatat sebagai menjadi bulan terpanas di dunia.
(TribunPalu.com/Rizki A)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ilustrasi-suhu-panas.jpg)