BNNP Minta Pengedar Narkoba di Sulteng Dipenjara di Nusakambangan

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Suyono,Minta Pengedar Narkoba di Sulteng Dipenjara di Nusakambangan

BNNP Minta Pengedar Narkoba di Sulteng Dipenjara di Nusakambangan
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Kepala BNNP Sulteng Suyono (tengah), memimpin pertemuan pemberantasan narkoba di wilayah Tatanga, Jumat (26/7/2019). 

TRIBUNPALU.COM - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Suyono, memimpin pertemuan dengan sejumlah pihak di Kantor Camat Tatanga, Jumat (26/7/2019) sore.

Pertemuan itu untuk menggalang kekuatan dan sinergitas semua pihak dalam upaya pembersihan Kecamatan Tatanga sebagai daerah merah dan pusat perdagangan narkoba di Sulawesi Tengah.

Salah satu hal yang menarik dalam pembahasan itu, yakni BNNP Sulteng meminta dan mengusulkan agar bandar dan pengedar narkoba dipenjara di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan.

Termasuk bandar dan pengedar narkoba dari Kecamatan Tatanga, khususnya di Kelurahan Tavanjuka dan sekitarnya.

Sebab, lokasi itu, telah ditetapkan sebagai daerah paling rawan peredaran narkoba di Sulteng.

Kedepan saya usulkan para pengedar dikirim ke Nusakambangan," kata Suyono, Jum'at (26/7/2019).

Untuk merealisasikan hal itu kata Suyono, pihaknya akan mendiskusikan lagi dengan berbagai pihak terkait.

Hal itu menurut Suyono, bisa efektif untuk meminimalisir peredaran narkoba di Provinsi Sulteng.

Karena bisa memutus komunikasi dan mempersempit ruang gerak bandar narkoba untuk memimpin mengedarkan narkoba di luar lapas.

"Itu lagi didiskusikan. Makanya kami minta masukannya dalam menyusun konsepnya," jelasnya.

Sebab, berdasarkan data milik BNNP Sulteng, peredaran narkoba lebih aktif dilakukan di dalam lapas.

Sepanjang tahun 2018 tercatat ada 481 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 684 orang. Jumlah tersangka menjalani masa hukuman berkisar 10 - 12 tahun.

Sedangkan kata Suyono, menurut data berjalan dari Januari hingga Juli 2019, tercatat ada 277 kasus dengan jumlah 385 tersangka.

"Jika dihimpun seluruh penghuni pada 12 Lembaga Pemasyarakatan di Sulteng, 50 persen adalah kasus narkotika," kata Suyono.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Imam Saputro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved