Sulteng Hari Ini

Sulteng Hari Ini: Jadi Tersangka Hoaks Longki Djanggola, Yahdi Basma Segera Diperiksa Polisi

Yahdi Basma akan kembali dipanggil dan diperiksa untuk kedua kalinya Selasa (39/7/2019) besok.

Sulteng Hari Ini: Jadi Tersangka Hoaks Longki Djanggola, Yahdi Basma Segera Diperiksa Polisi
Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz
Ketua Pansus Pengawasan Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana (P3B) DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Yahdi Basma. 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Politisi sekaligus Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah Yahdi Basma, resmi jadi tersangka penyebaran hoaks 'Longki Djanggola Biayai People Power'.

Penetapan status tersangka Yahdi Basma itu, dibenarkan oleh Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Provinsi Sulteng AKBP Didik Supranoto, saat dihubungi Senin (29/7/2019) siang.

Penetapan status tersangka Yahdi Basma itu merupakan hasil dari gelar perkara pada Kamis (25/7/2019) pekan lalu.

Keputusan itu diambil dari fakta hasil pemeriksaan sebanyak 15 saksi selama proses penyidikan oleh penyidik Dirkrimsus Polda Sulteng.

Fakta rersebut termasuk dari keterangan saksi pelapor Gubernur Sulteng H Longki Djanggola, saksi terlapor Yahdi Basma, dan saksi ahli.

Sulteng Hari Ini: Yahdi Basma Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Hoaks People Power Longki Djanggola

Rencananya Yahdi Basma akan kembali dipanggil dan diperiksa untuk kedua kalinya Selasa (39/7/2019) besok.

Di dalam pemeriksaan kedua itu Yahdi Basma sudah berstatus tersangka.

Nasib politisi Yahdi Basma akan ditentukan hasil pemeriksaan Selasa besok, apakah Yahdi Basma akan ditahan polisi atau tidak.

"Kita tunggu hasil pemeriksaan penyidik besok, ditahan atau gimana," jelas Didik.

Penetapan status tersangka Yahdi Basma itu merupakan buntut dari laporan Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah H Longki Djanggola, uang disampaikan pada Polda Sulteng tanggal 5 Juli 2019 lalu.

Ucapan Manis Sandiaga Uno untuk Nur Asia di Hari Ulang Tahun Pernikahan: Semoga Bisa Mesra Terus Ya

Kata Longki, tuduhan yang disampaikan pada laporan yang dibuat, yaitu pencemaran nama baik dan penyebaran berita hoaks.

Laporan itu bermula dari sebuah berita bohong semoat viral di media sosial facebook, dan membuat heboh masyarakat Provinsi Sulteng tanggal 19-20 Mei 2019 lalu.
Dalam berita itu, tampak foto Longki Djanggola pada halaman salah satu koran lokal Kota Palu.

Lengkap dengan tulisan judul headline "Longki Djanggola Membiayai Aksi People Power di Sulteng".

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved