Minggu, 26 April 2026

Sulteng Hari Ini

Sulteng Hari Ini: Unesco Ikut Bantu Restorasi Koleksi Keramik di Museum Sulteng Pascabencana

Melalui dukungan dana dari UNESCO Museum Negeri Sulawesi Tengah merestorasi kembali koleksi keramik yang pecah.

Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz
koleksi keramik Museum Negeri Sulteng yang berhasil direstorasi 

Unesco Bantu Restorasi Koleksi Keramik di Museum Sulteng Pascabencana

TRIBUNPALU.COM - Gempa dan tsunami dahsyat yang melanda Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong (Padagimo) masih menyisakan sejumlah kerusakan.

Museum Negeri Sulawesi Tengah, menjadi salah satu bangunan yang terdampak bencana bekekuatan 7,4 SR itu.

Akibatnya, ratusan koleksi keramik di museum tersebut pecah.

Bahkan sebagian besar keramik asing tersebut mengalami rusak berat.

Melalui dukungan dana dari lembaga internasional United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), pihak museum yang berlokasi di Jl Kemiri Kota Palu itu merestorasi kembali koleksi keramik yang pecah.

koleksi keramik Museum Negeri Sulteng yang berhasil direstorasi
koleksi keramik Museum Negeri Sulteng yang berhasil direstorasi (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Sulteng Hari Ini: Kementrian Lingkungan Hidup Setujui Usulan Pembentukan Desa Definitif Dongi-dongi

Pantauan Tribunpalu.com, Jumat (2/8/2019) siang, pihak museum tampak masuk tahap akhir restorasi koleksi berbahan dasar barang pecah-belah yang hancur akibat gempa pada 28 September 2018 silam.

Wakil Kepala Museum Sulteng, Drs Iksam Djahidin Djaromi M.Hum mengatakan, koleksi yang dominan mengalami dampak dari bencana ini ialah keramik asing.

koleksi keramik Museum Negeri Sulteng yang berhasil direstorasi
koleksi keramik Museum Negeri Sulteng yang berhasil direstorasi (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

"Iya, terutama yang ditempatkan di ruang penyimpanan," ujar Iksam di duang kerjanya.

Kata Iksam, jumlah keramik asing di Museum Negeri Sulteng sekitar 400 lebih koleksi.

"Setengah dari jumlah tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah," katanya.

Ia menceritakan, setelah tiga hari pasca bencana, tepatnya Senin (30/8/2019), pihak museum langsung mengadakan pengecekan ke ruang penyimpanan koleksi.

Palu Hari Ini: Gandeng Universitas Tadulako, BBTNLL Rencanakan Program Konservasi Masyarakat Desa

"Kami menginventarisasi dan dokumentasi, dan kita langsung melaporkan ke instansi yang menangani bidang kebudayaan," jelasnya.

Kata dia, hingga akhirnya informasi kerusakkan koleksi keramik milik Museum Sulteng itu didengar oleh pihak UNESCO.

Sekitar satu bulan pasca bencana, pihak UNESCO mengutus perwakilannya untuk mengecek langsung kodisi koleksi keramik yang rusak.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved