Breaking News:

Palu Hari Ini

Sulteng Bergerak: Pemerintah Jangan Sampai Asal Susun Ranperda RTRW

"Pemerintah jangan sampai asal menyusun RTRW provinsi, kota dan kabupaten," tegas Koordinator Sulteng Bergerak, Adriansa Manu

Dok Pribadi
Koordinator Sulteng Bergerak, Ardiansa Manu. 

TRIBUNPALU.COM,PALU - Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sulteng masih terus berjalan.

Informasi terakhir, saat ini, telah memasuki tahap pelibatan masyarakat guna penyempurnaan dokumen.

Direncanakan, draf ranperda itu sudah disahkan menjadi Perda Sulawesi Tengah pada Agustus 2019.

Kemudian disahkan menjadi Perda akan memiliki kekuatan hukum.

Palu Hari Ini: Sulteng Bergerak Minta Penyusunan Ranperda RTRW Sulteng Dihentikan

Nantinya, Perda RTRW ini, dapat menjadi pedoman pembangunan di daerah agar lebih fokus dan terarah.

Namun penyusunan Ranperda RTRW ini, mendapat sorotan dari Koalisi Sulteng Bergerak.

"Pemerintah jangan sampai asal menyusun RTRW provinsi, kota dan kabupaten," tegas Koordinator Sulteng Bergerak, Adriansa Manu, Selasa (20/8/2019).

Sehingga kata Adriansa, perencanaan terkait dengan penanggulangan risiko bencana harus benar-benar matang.

Palu Hari Ini: Beginilah Upaya Emak-emak di Parigi Moutong agar Raih Adipura Tahun 2020

"Penyusunannya harus berdasarkan kajian risiko bencana yang ilmiah," katanya.

Menurut Ardiansa, dokumen Ranperda RTRW Provinsi Sulawesi Tengah yang saat ini beredar di publik sama sekali tidak memiliki perspektif mitigasi bencana.

Sehingga, penyusunannya harus dihentikan hingga dokumen terkait dengan kajian risiko bencana tersedia.

"Kajian risiko bencana juga harus dipastikan benar-benar disusun atas kajian ilmiah dari para ahli lintas keilmuan," harapnya.

Palu Hari Ini: 70 Persen Bilik Huntara Korban Bencana Palu dan Sigi Sudah Dihuni Kembali

Lebih lanjut ujar Ardiansa, kajian risiko bencana itu juga harus merujuk kepada sejumlah literasi ilmiah para ahli geologi.

"Kami berharap pemerintah menggunakan temuan-temuan para ahli itu sebagai dasar penyusunan sejumlah dokumen yang diperlukan dalam kajian resiko bencana di Sulawesi Tengah," pungkasnya. (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz).

Penulis: Faiz Sengka
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved