Sulteng Hari Ini

Tak Tunggu Bantuan Pemerintah, Sekelompok Petani di Sigi Secara Swadaya Buat Sumur untuk Irigasi

Petani yang tergabung dalam kelompok tani Taruna Tani Karya Mandiri itu, sampai dengan Kamis (29/8/2019), sudah menggarap lahan seluas 25 hektar.

Tak Tunggu Bantuan Pemerintah, Sekelompok Petani di Sigi Secara Swadaya Buat Sumur untuk Irigasi
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Anggota kelompok Tatuna Tani Karya Mandiri di Desa Kotarindau, Kecamatan Dolo, Sigi, membersihkan tanaman tomat, di ladang miliknya, Kamis (29/8/2019). 

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Setelah berbulan-bulan ladang kering, kelompok tani di Desa Kotarindau, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, secara swadaya membangun sumur tanah dangkal.

Petani yang tergabung dalam kelompok tani Taruna Tani Karya Mandiri itu, sampai dengan Kamis (29/8/2019), sudah menggarap lahan seluas 25 hektar.

Ketua kelompok Taruna Tani Karya Mandiri Desa Kotarindau, Agil mengatakan, jumlah anggota kelompoknya sebanyak 20 petani.

Secara swadaya membangun sumur tanah dangkal untuk mengairi lahan anggota kelompok petani.

Sulteng Hari Ini: 14 Nelayan di Kabupaten Tolitoli Dikabarkan Hilang Kontak Saat Melaut

Saat ini, sumur tanah dangkal milik kelompok tani itu sudah mencapai sebanyak 12 titik.

Selain itu, belakangan, kelompok tani itu juga secara swadaya membangun sumur suntik di 5 titik, berkat bantuan sejumlah dermawan.

"Semuanya itu tidak dibangun sekaligus, karena kita hanya swadaya kelompok," jelas Agil.

Agil menjelaskan, pasca terjadi gempabumi dan likuifaksi di daerah Kabupaten Sigi yang merusak jaringan irigasi, petani di desa itu sempat tidak bertani selama 2 kali masa tanam.

Bahkan, untuk anggota kelompoknya kata Agil, setiap petani merugi paling sedikit Rp10 juta.

"Setelah 5 bulan setelah gempa itu kami secara swadaya membangun irigasi tanah dangkal," kata Agil.

Di ujung masa panen pertama pascabencana, lanjut Agil, pihaknya mendapat bantuan dari Food and Agriculture Organization (FAO).

Bantuan itu berupa pemberian bibit jagung manis, bibit tomat, dan bibit cabai rawit, serta bantuan mulsa dan pupuk.

" Kami sangat terbantu dari bibit yang diberikan," ujar Agil.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved