Sulteng Hari Ini

MDMC Bantu Korban Bencana di Sirenja Donggala, dengan Huntara dan Alat Tangkap Ikan

Program itu diperuntukkan buat masyarakat terdampak langsung bencana di Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala tersebut.

MDMC Bantu Korban Bencana di Sirenja Donggala, dengan Huntara dan Alat Tangkap Ikan
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir bersama tim, memeriksa perahu bantuan di Desa Tanjung Padang, Kecamatan Sirenja, Sabtu (31/8/2019). 

TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, melaunching program livelihood Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bagi korban terdampak bencana di Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala Sabtu (31/8/2019) siang.

Program itu diperuntukkan buat masyarakat terdampak langsung bencana di Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala tersebut.

Secara umum program di Sirenja itu, meliputi bantuan 189 perahu dan 250 mesin perahu kerjasama MDMC dengan Solidar Suisse, serta pembangunan 89 unit hunian sementara dan 3.238 cash for work for emergency.

Selain itu, juga dilakukan penguatan penghidupan warga korban bencana di Sirenja dari Juli 2019- Juli 2020.

Ada 1300 kepala keluarga yang menerima Cash Transfer Program (CTP) untuk UMKM yang terdampak, ditambah 318 CTP untuk rumah tumbuh.

Polda Papua Tetapkan 30 Tersangka Kerusuhan di Jayapura

Ucapan Perpisahan Bojan Malisic Setelah Persib Kalahkan PSS Sleman: Saya harap Kita Bertemu Lagi

"Bantuan dengan lembaga mitra Muhammadiyah ini menunjukan program penanggulangan bencana bisa lebih ringan jika dilakukan bersama, baik di dalam maupun luar negeri," jelas Haedar, saat berkunjung ke Desa Tanjung Padang, Kecamatan Sirenja, Sabtu siang.

Menurutnya, peran Muhammadiyah sangat diperlukan saat penanggulangan pasca bencana di daerah.

Muhammadiyah lanjutnya mengajak untuk menghidupkan semangat kebersamaan, gotong riyong fan segala macam yang bisa memobilisasi potensi masyarakat yang dilanda bencana.

"Kita harapkan dengan adanya bantuan ini bisa membantu masyarakat untuk bisa melakukan kembali aktivitas yang terhenti sejak bencana," ujar Haedar.

Seperti halnya ratusan nelayan yang mendapat perahu dan mesin petahu maupun alat tangkap ikan, Haedar berharap itu akan jadi bekal nelayan untuk hidup berkecukupan.

Kita akan memberi kekuatan, bahwa mereka tidak kehilangan kailnya (alat tangkap ikannya, red)," tandasnya. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved