Palu Hari Ini

Ratusan Mahasiswa di Kota Palu Berdemo Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus ternama di Kota Palu, Sulawesi Tengah, kembali turun ke jalan, Selasa (3/9/2019).

Ratusan Mahasiswa di Kota Palu Berdemo Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz
Ratusan mahasiswa di Palu, turun ke jalan menolak kenaikan iuran JKN BPJS Kesehatan, Selasa (3/9/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus ternama di Kota Palu, Sulawesi Tengah, kembali turun ke jalan, Selasa (3/9/2019) hari ini.

Kali ini mereka mereka membawa beberapa tuntutan.

Salah satunya adalah menolak kenaikan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan BPJS Kesehatan.

Ratusan mahasiswa gabungan ini melakukan aksi unjuk rasa di Jl Sam Ratulangi, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur atau tepatnya di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tengah.

Ratusan mahasiswa di Palu, turun ke jalan menolak kenaikan iuran JKN BPJS Kesehatan, Selasa (3/9/2019).
Ratusan mahasiswa di Palu, turun ke jalan menolak kenaikan iuran JKN BPJS Kesehatan, Selasa (3/9/2019). (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Ratusan Mahasiswa Datangi DPRD Sulteng, Desak Presiden Selesaikan Konflik Papua

Instruktur Pingsan Saat Latihan, Siswa Pilot di Australia Ini Dipandu Petugas ATC Daratkan Pesawat

Video Pengakuan Aulia Kesuma Terkait Pembunuhan Suami & Anak: Saya Udah Enggak Tahu Harus Bagaimana

Secara tegas mereka menentang kebijakan pemerintah yang akan menaikkan iuran BPJS dengan alasan defisit.

Sebab, kenaikan iuran BPJS dianggap akan berdampak pada masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.

"Apalagi kita korban bencana yang belum pulih sepenuhnya, ini sangat memberatkan," kata mahasiswa koordinator aksi, Amin.

"Belum lagi pekerjaan di Sulawesi Tengah sangat minim pascabencana, ini seharusnya dipikirkan oleh pemerintah," tambahnya.

Pantauan Tribunpalu.com, aksi penolakan kenaikan iuran JKN BPJS ini didukung oleh perwakilan anggota DPRD Sulawesi Tengah Erwin Lamporo.

Kata dia, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menaikkan iuran JKN BPJS.

"Pemerintah mestinya sadar bahwa masyarakat Indonesia, khususnya Sulteng masih berada di bawah garis kemiskinan," katanya.

"Apalagi kita, yang baru terkena bencana, kebijakan ini harus kita lawan," tambahnya.

Ia pun menyarankan para mahasiswa untuk selalu menghubungi pihak dewan untuk mengawasi tuntutan mereka sampai ke pusat.

"Silahkan ambil nomor saya, jika memang ingin mengawal tuntutan itu," pungkasnya.

(Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Penulis: Faiz Sengka
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved