Selasa, 14 April 2026

50 Tahun Perjalanan PB Djarum, 11 Atlet Kelas Dunia Sumbangkan Medali Olimpiade

Sejak diresmikan pada 1974 hingga kini, PB Djarum konsisten melahirkan atlet-atlet bulu tangkis level dunia.

Istimewa
50 Peserta masuk karantina di PB Djarum usai mengikuti final Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018. 

TRIBUNPALU.COM - Berdirinya Perkumpulan Bulu Tangkis Djarum didorong oleh kecintaan CEO PT Djarum, Budi Hartono kepada bulu tangkis.

Pada 1969, Budi Hartono membuka brak (tempat melinting rokok) di Jalan Bitingan Lama No. 35, Kudus, sebagai tempat latihan bulu tangkis.

Dari sanalah, peraih juara All England tiga kali (1978, 1979, 1981), Liem Swie King, memulai latihan bulu tangkis.

Di usianya yang baru menginjak 13 tahun pada waktu itu, Liem Swie King sudah menekuni olahraga tepok bulu.

Tiga tahun kemudian, usaha Liem Swie King membuahkan hasil.

Ia menjuarai Munadi Cup 1972 untuk kategori tunggal putra junior.

Berkat prestasi tersebut, organisasi Perkumpulan Bulu Tangkis Djarum (PB Djarum) diresmikan pada 1974 dan diketuai oleh Setyo Margono.

Polemik Penghentian Audisi Beasiswa Bulu Tangkis PB Djarum, Berikut Tanggapan Para Atlet

Update Klasemen BWF World Tour Pasca Taiwan Open 2019: Indonesia Bertahan, Tuan Rumah Masih Nomor 4

Selain Nama Anak Franda dan Samuel Zylgwyn, Ini 8 Nama Anak Artis yang Punya Makna Mendalam

Hasil Kualifikasi Euro 2020: Raih 18 Poin, Spanyol dan Italia Selangkah Lagi Lolos Putaran Final

PB Djarum pun terus berkembang, diikuti prestasi-prestasi gemilang para atlet binaannya.

Dalam kurun waktu 1978-1981, Liem Swie King tercatat berhasil meraih gelar All England sebanyak tiga kali.

Ganda putra Kartono/Heryanto juga tak ketinggalan memenangi All England 1981.

Sejak diresmikan pada 1974 hingga kini, PB Djarum konsisten melahirkan atlet-atlet bulu tangkis level dunia.

Gelar-gelar dunia seperti All England, Thomas dan Uber Cup, Sudirman Cup, sampai Kejuaraan Dunia, sukses direngkuh atlet-atlet PB Djarum.

Namun, yang sulit dilupakan atau bahkan tidak bisa dilupakan oleh masyarakat Indonesia pada khususnya, adalah kepiawaian atlet-atlet PB Djarum dalam menyumbang medali Olimpiade.

Total, ada 11 atlet PB Djarum berhasil mempersembahkan medali Olimpiade untuk Indonesia.

Mereka adalah Alan Budikusuma (emas Olimpiade Barcelona 1992), Eddy Hartono, Gunawan, dan Ardy B. Wiranata (perak Olimpiade Barcelona 1992), Antonius B. Ariantho dan Denny Kantono (perunggu Olimpiade Atlanta 1996), Trikus Haryanto dan Minarti Timur (perak Olimpiade Sydney 2000), Maria Kristin Yulianti (perunggu Olimpiade Beijing 2008), serta Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir (emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved