50 Tahun Perjalanan PB Djarum, 11 Atlet Kelas Dunia Sumbangkan Medali Olimpiade
Sejak diresmikan pada 1974 hingga kini, PB Djarum konsisten melahirkan atlet-atlet bulu tangkis level dunia.
PB Djarum kini berhenti
Masyarakat, khususnya penggemar bulu tangkis Indonesia, tampaknya harus was-was jika idola anak muda sekarang, Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon, atau Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dengan segudang pengalaman mereka, tak muncul lagi di masa depan.
Hal ini dipicu oleh keputusan PB Djarum menghentikan Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis mulai tahun depan.
Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis tahun 2019 menjadi ajang pencarian bakat terakhir yang digelar secara terbuka oleh PB Djarum.
Keputusan itu disampaikan Direktur Program Bakti Olahraga Djarum, Yoppy Rasiman saat konferensi pers di Hotel Aston Imperium, Purwokerto, Sabtu (7/9/2019).
"Tahun ini merupakan tahun perpisahan dari kami. Tahun depan event audisi ditiadakan," kata Yoppy.
Penghentian Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis diakibatkan masalah PB Djarum dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
KPAI bersama Yayasan Lentera Anak, menuding PB Djarum "mengeksploitasi" anak-anak untuk mempromosikan merek Djarum yang identik dengan produk rokok.
"Perlu ditegaskan rekrutmen ini dalam bentuk audisi tidak kami larang. Yang dilarang adalah bentuk eksploitasi terselubungnya," ucap Komisioner KPAI, Sitti Hikmawaty.
(Kompas.com/Nirmala Maulana Achmad)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "50 Tahun Perjalanan PB Djarum, 11 Atlet Sumbang Medali Olimpiade untuk Indonesia"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/50-peserta-masuk-karantina-di-pb-djarum.jpg)