Bisnis dan Ekonomi

Dana Berikan Klarifikasi Terkait Kabar Merger dengan OVO

Rencana merger ini juga menunjukkan Grab tengah mengintensifkan jati dirinya di industri pembayaran digital.

Dana Berikan Klarifikasi Terkait Kabar Merger dengan OVO
KOMPAS.com/ BILL CLINTEN
CEO DANA Vince Iswara (tengah) saat peresmian aplikasi dompet digital DANA di Jakarta, Rabu (5/12/2018) 

TRIBUNPALU.COM - Decacorn asal Singapura, Grab Holdings, diisukan tengah membicarakan rencana penggabungan dompet digital OVO dengan DANA.

Adapun langkah tersebut dilakukan untuk mencegat Gojek yang mendominasi Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Chief Communication Officer DANA, Chrisma Albandjar mengatakan pihaknya tak ingin mengomentari kabar pasar yang tengah berkembang di masyarakat. Pasalnya, hal tersebut belum pasti.

"Kami tidak mengomentari rumor pasar," ujar Chrisma kepada Kompas.com, Kamis (12/9/2019).

Sementara dikutip Reuters dari seorang sumber, Rabu (11/9/2019), Grab akan membeli mayoritas saham Dana, sebuah dompet digital yang sahamnya digenggam PT Elang Mahkota Teknologi (EMTK) dan Ant Financial bila kesepakatan mencapai titik temu. Pun langsung melakukan merger dengan OVO.

Jokowi Setujui Adanya Dewan Pengawas KPK dengan Catatan Anggotanya Dipilih Presiden

Dibanding Tahun Lalu, Jumlah Pelanggaran Lalu Lintas Operasi Patuh 2019 Meningkat 21 Persen

Hal ini tentu saja bertujuan untuk menghalau dominasi gojek di Indonesia. Menurut sumber tersebut, OVO dan Dana akan mendominasi pasar pembayaran online bernilai miliaran dollar.

Apalagi, Grab dan Gojek sebagai dua perusahaan teknologi teratas di Asia Tenggara dengan valuasi miliaran dollar AS memang telah bersaing dalam pembayaran digital sejak 2018, disusul Dana di urutan selanjutnya.

"Itu (merger) bagian dari pertempuran Grab dengan Gojek," kata sumber itu dikutip Reuters, Rabu (11/9/2019).

Rencana merger ini juga menunjukkan Grab tengah mengintensifkan jati dirinya di industri pembayaran digital.

Pun rencana merger ini semakin kuat karena Softbank Group Corp mengumumkan bakal menginvestasikan dana sebesar 2 miliar dollar AS ke Indonesia melalui Grab pada Juli kemarin.

CEO Softbank Masayoshi Son dikabarkan juga mendukung proposal rencana merger tersebut.

Teranyar, rencana ini telah dibahas dengan para pejabat tinggi Indonesia ketika Son mengunjungi Jakarta pada Juli 2019.

"Son menyatakan ketertarikannya," ucap sumber yang tak ingin disebutkan namanya itu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dikabarkan Bakal Merger dengan OVO, Ini Kata DANA", 

Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved